Kasus Harian Masih Tinggi, Pemda DIY Siapkan Tambahan Shelter Baru

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRjogja.com – Pemda DIY akan menambah fasilitas karantina atau shelter bagi kebutuhan isolasi pasien Covid-19 yang tidak memungkinkan melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah, pasien tanpa gejala maupun bergejala sedang yang telah dirujuk Puskesmas di wilayahnya. Upaya tersebut seiring masih tingginya penambahan harian kasus terkonfirmasi dan banyaknya pasien Covid-19 yang masih banyak memilih melakukan isoman di DIY saat ini.

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan pihaknya akan menambah fasilitas shelter Covid-19 yang berada di wilayah DIY melihat kondisi masih tingginya kasus Covid-19 dan banyaknya pasien Covid-19 yang memilih isoman di rumah sehingga membuat kasus kematian pasien isoman cukup tinggi. Rencananya terdapat 7 lokasi yang akan difungsikan sebagai shelter Covid-19 diantaranya Wisma Mahasiswa UGM, Asrama Mahasiswa UNY dan Balai Diklat Kementerian PUPR Ngeksigondo.

“Masih banyak warga yang positif virus Korona enggan menjalani isolasi di shelter, sehingga memilih isoman di rumah. Banyaknya pasien Covid-19 yang memilih isoman di rumah ini akhirnya kurang termonitor dengan baik sehingga mencatatkan kasus kematian yang cukup tinggi di DIY,” ujarnya di Yogyakarta, Sabtu (24/7).

Baskara Aji menyatakan melihat situasi dan kondisi banyaknya pasien Covid-19 isoman di rumah dan masih tingginya kasus terkonfirmasi positif di DIY maka Pemda DIY terus berupaya menambah fasilitas karantina. Meskipun sudah ada setidaknya 55 shelter bagi isolasi pasien Covid-19 di DIY, pihaknya akan terus menambah beberapa shelter baru dengan total daya tampung mencapai sekitar 1.026 orang nantinya.

“Shelter ini memanfaatkan infrastruktur milik pemerintah daerah seperti balai diklat, gedung kelurahan atau kapanewon kemudian rusunawa maupun gedung milik universitas dan sebagainya yang dikelola pemerintah, universitas serta swasta. Kami terus berupaya seoptimal mungkin terus menambah shelter-shelter baru supaya bisa dimanfaatkan pasien Covid-19 yang bergejala ringan agar bisa dirawat dan disembuhkan dengan pengawasan tenaga kesehatan,” terangnya.

BERITA REKOMENDASI