Kasus Positif Covid Indonesia Naik, Kemenkes Ungkap Alasan yang Terjadi

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 nasional harian mencapai 54 ribu lebih pada Jumat (16/07/2021) kemarin. Penularan mayoritas kasus harian tersentral di Pulau Jawa.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes RI, dr Siti Nadia Tarmizi, mengatakan dari 34 provinsi, kenaikan kasus tampak terjadi di 13 provinsi. Menurut dia, naiknya angka kasus ini merupakan salah satu dampak dari usaha pemerintah menaikkan angka testing harian.

“Jika dibandingkan dengan sehari sebelumnya, positivity rate menurun dan ini sejalan dengan jumlah testing yang dilakukan. Jumlah orang yang dilakukan tes sudah sampai 182.000 orang. Di sisi lain tentunya dilihat kasus sembuh sebanyak 19.000. Ini juga naik dibandingkan sehari sebelumnya,” ungkap Nadia melalui pernyataan tertulis yang diterima KRJOGJA.com, Sabtu (17/07/2021).

Nadia menjelaskan, jika dilihat jumlah kasus yang ditemukan, hampir 3-4 kali lipat dibandingkan puncak kasus yang ditemukan pada Desember 2020 dan Januari 2021 lalu. Artinya, saat ini jumlah testing memang ditingkatkan dan pada Desember 2020 dan Januari 2021 memang masih terbatas penggunaan seperti rapid antigen untuk diagnosis atau mendeteksi orang yang sakit.

“Saat ini dengan kombinasi pemeriksaan menggunakan PCR dan rapid antigen, kita bertujuan agar dapat segera menemukan orang sakit supaya kemudian bisa dipisahkan dari orang yang sehat, sehingga tidak ada penularan lagi pada orang di sekitarnya,” sambung dia.

Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat (IAKMI), Dr Hermawan Saputra menilai peningkatan angka positif seiring dengan dilakukannya peningkatan testing dan kapasitas testing merupakan hal yang wajar. Hermawan menyatakan dukungan pada pemerintah untuk terus melakukan testing untuk yang berdampak pada peningkatan kasus positif.

“Jadi sekarang kasus aktif kita berdasarkan data ada 480 ribu lebih dan kasus suspectnya lebih dari 200 ribu. Jadi kurang lebih ada 680 ribu yang jumlahnya probable to case sebenarnya. Oleh karena itu memang target kita untuk testing ini harus terus ditingkatkan dan bahkan sebenarnya idealnya 900 ribu sampai 1 juta testing per hari. Jangan khawatir jika didapatkan angka kenaikan yang tiap hari memecahkan rekor. Kenaikan kasus akibat dari angka testing tinggi ini sebenarnya bagus untuk mitigasi risiko agar kita bisa memiliki perencanaan yang lebih baik untuk mempercepat penanganan dan menghindari kematian yang lebih besar,” terang Hermawan.

Dr. Hermawan juga berpendapat, selama ini pola pemeriksaan testing rendah karena sifatnya yang masif-pasif. Testing dilakukan kepada orang yang sudah di rumah sakit, atau orang sudah ada di faskes lain seperti klinik, puskesmas, atau balai pengobatan.

Padahal yang diperlukan sebenarnya dalam perspektif epidemiologi itu yang disebut active case finding, yakni upaya dengan cepat di hulu meningkatkan pada populasi-populasi yang memang beresiko. (Fxh)

 

 

BERITA REKOMENDASI