Kasus Tendang Siswa Usai, Kini Ganti Dugaan Kekerasan Verbal di SMP N 10 Yogya

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Tindak kekerasan didunia pendidikan masih menjadi keprihatinan semua pihak. Setelah terungkap oknum guru yang menendang pantat siswanya, kali ini muncul lagi dugaan adanya tindak kekerasan verbal yang dilakukan oknum guru lain di SMP N 10 Yogyakarta. 

Salah seorang wali murid WT, Kamis (21/3) pagi sempat mendatangi lingkungan sekolah SMP N 10 Yogyakarta untuk menanyakan kabar kepada pedagang yang berada di lingkungan tersebut. Kedatangan WT lantaran mendapat kabar mengecewakan dari teman anaknya. Menurut pengakuan mereka, anak WT yang bernama TT dalam 1 tahun terakhahir sering mendapat ucapan tidak panas dari oknum guru bahasa jawa tersebut. 

"Anak saya ini awalnya tidak lapor ke saya malah temennya itu," ucap WT kepada krjogja.com dengan nada geram menceritakan kabar yang diterimanya.

Mulanya WT masih santai menanggapi kabar tersebut, setelah mendapat laporan kedua dari orang yang berbeda. Akhirnya WT menanyakan langsung kepada TT untuk mengkonfirmasi berita yang WT terima. " nok, opo kue di utek-utek guru bahasa jawa nok, hooh buk tapi sudah lama, ngopo ora ngomong ibu langsung, dia malah jawab aku ndak enak buk," ucapnya sembari menirukan percakapan keduanya pagi tadi. 

Menurut pengakuan WT, oknum guru melakukan tindakan tak pantas melalui ucapan dari oknum guru tersebut lantaran TT dan beberapa temannya pada saat maju kedepan tidak bisa berbahasa jawa sesuai yang di ajari oleh oknum guru. Hal itulah yang mendasari ungkapan kasar yang keluar dari mulutnya. Meskipun anak WT salah, menurutnya oknum guru itu tidak pantas dan merusak citra pendidikan. 

"Kata-kata kasar sama haluskan keluarnya sama sama dari mulut, kenapa enggak pake tutur bahasa yang pantes aja buat anak, saya tuh kasihan kedepanya kalau ada guru seperti ini," katanya.

Dari informasi yang diperoleh, oknum guru tersebut memang dikabarkan sering menggunakan kata yang tak pantas untuk diucapkan kepada anak didik. Setelah dimintai konfirmasi, pihak kepala sekolah SMPN 10 Yogyakarta juga membenarkan adanya laporan mengenai oknum guru tersebut. Selanjutnya, oknum guru tersebut juga sudah ditindak lanjuti oleh pihaknya.

"Guru tersebut sudah saya panggil untuk pembinaan. Kami sudah berbicara dengan guru tersebut dan memberi arahan untuk tidak bersikap tak pantas di depan anak-anak dengan kata kasarnya itu," ucap Arief Wicaksono Kepala Sekolah SMPN 10 Yogyakarta kepada krjogja.com.

Arief menegaskan, harapannya pembinaan kepada oknum tersebut menjadikan peristiwa ini sebagai pembelajaran dan tidak terulang kembali dikemudian hari. 

"Sebagai Kepala Sekolah yang pernah jadi guru saya menyayangkan tindakan "kontak fisik atau tindakan verbal" berupa ucapan kasar tersebut, meskipun tidak membahayakan. Namun sebagai orang tua saya pun berharap bahwa sikap orang tua terhadap anaknya harusnya bisa "memahami" peristiwa tersebut. Namun kekerasan bukanlah solusi untuk mengendalikan anak yang nakal," pungkasnya. (ive)

BERITA REKOMENDASI