Kata Kapolsek Kotagede Soal Klaim Pembubaran Pertemuan di Walhi Yogyakarta

YOGYA, KRJOGJA.com – Kapolsek Kotagede Kompol Dwi Tavianto mengatakan bahwa polisi tidak membubarkan pertemuan di Kantor Walhi Yogyakarta, Sabtu (18/4/2020) malam. Polisi disebutnya menengahi setelah mendapat informasi adanya ramai-ramai antar warga di lokasi kejadian.

Saat kejadian menurut Kapolsek, beberapa anggota Polsek Kotagede yang sedang rapat datang ke lokasi lantaran mendapatkan informasi ramai-ramai antar warga. “Itu warga itu, kita tidak membubarkan. Sebagai langkah, antisipasi kalau ada ramai-ramai kami menengahi, agar tidak terjadi konflik antar warga,” terang Kapolsek pada wartawan.

Di sisi lain Kapolsek mengatakan bawasanya acara tersebut tidak mengantongi ijin lingkungan seperti dari RT setempat. Kemudian dari keterangan warga juga menyebut sebelum-sebelumnya memang sering dilakukan kumpul-kumpul di lokasi yang tak dibarengi komunikasi baik.

“Komunikasi yang kurang itulah yang membuat warga resah terlebih di masa wabah corona seperti ini. Walaupun berkumpul 9 orang (jumlahnya) itu namanya kegiatan sosial. Walaupun itu kegiatan sosial juga dikasih tahu lingkungannya gitu,” sambung Dwi Tavianto.

Ia berharap, adanya kejadian Sabtu malam kemarin menjadikan introspeksi termasuk bagi Walhi Yogyakarta saat hendak melaksanakan kegiatan. “Ijin dulu paling tidak, kegiatan semacam itu harusnya Walhi intropeksi diri. Ditanyain warga juga nggak genah-genah (tidak jelas). Ya seharusnya (Walhi) menyadari kegiatan ada Covid tidak boleh ada kegiatan kumpul-kumpul,” pungkasnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI