Kawasan Bisnis Terintegrasi Bakal Dibangun di Baciro

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Kawasan bisnis terintegrasi akan dibangun di Baciro, Gondokusuman Yogyakarta. Kawasan yang akan terdiri dari tiga zona, yaitu ekonomi kreatif, convention center dan hotel berbintang. Dari lokasinya yang sangat dekat dengan Stasiun Lempuyangan, mudahkan koneksi dengan bandara baru, New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Harapannya, Baciro menjadi tujuan wisata karena keunggulan produk kreatif dan juga konvensi terintegrasi untuk mendorong perekonomian masyarakat sekaligus membawa Yogyakarta lebih mendunia. Kawasan strategis dengan luas 4,2 hektare ini akan digarap anak perusahaan PT Pertamina (Persero), PT Patra Jasa.

”Kami akan membuat bagaimana Yogyakarta ini dilihat bukan hanya dari sisi pariwisatanya saja, tetapi justru dari sisi budayanya. Fokus kami untuk membangun convention center tersebut sehingga bisa membawa Yogyakarta dan produknya lebih mendunia,” tutur Pj Direktur Utama PT Patra Jasa, Hari Tjahya Wibowo.

Hari mengaku, pihaknya tengah menyiapkan desain dan arsitektural rencana pembangunan Kawasan Baciro tersebut. Namun pihaknya masih perlu membutuhkan persetujuan dari Pemda setempat baik Pemda DIY maupun Pemkot Yogyakarta untuk memilih desain terbaik dan paling cocok.

”Pak Gubernur berpesan agar pembangunan kawasan Baciro harus tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya Yogyakarta, mendorong perekonomian kreatif dan menjadi ikon baru bagi Yogyakarta bukan hanya sekadar bangunan semata,” tegasnya.

Menurut Hari, industri kreatif yang akan dikembangkan akan disesuaikan dengan potensi daerah dan menjadi domain dari Pemda ataupun Pemkot setempat. Tetapi, PT Patra Jasa melihat beberapa hal yang bisa dikembangkan dan sudah ada di kawasan dan industri kreatif IT.

Melalui pengembangan Kawasan Baciro yang terintegrasi ini, PT Patra Jasa mengharapkan DIY semakin dikenal di mata dunia dan menaikkan jumlah wisatawan. Karena berbicara jenis wisata, ada yang diperuntukkan bagi wisatawan hingga wisata konvensi atau Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE).

Menurut Walikota Haryadi Suyuti, pengembangan Kawasan Baciro sedikit banyak berkaitan dengan keberadaan Bandara NYIA yang akan segera beroperasi dalam waktu dekat. Dalam satu tahun bandara baru di Kulonprogo memiliki kapasitas 26 juta penumpang.

”Peran Patra Jasa walaupun kecil tetapi akan ikut serta dan berupaya optimal dalam pengembangan kawasan tersebut. Sebab kami ingin menyampaikan kepada dunia, Yogyakarta layak dibangun convention center yang terintegrasi dengan destinasi wisata yang sudah yaitu Statisun Lempuyangan dan Taru Martani,” ungkap Haryadi. (Ira/Ria)

BERITA TERKAIT