Kawasan Ekonomi Khusus Piyungan dan Sentolo Dibuka Tahun Ini

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) akan segera diwujudkan langsung dibuka dua sekaligus yaitu KEK Piyungan Bantul dan KEK Sentolo Kulonprogo pada tahun ini. Kehadiran kedua KEK tersebut mampu menjadi daya tarik investor sekaligus berpeluang besar menimbulkan bangkitan-bangkitan ekonomi yang besar khususnya bagi perekonomian daerah.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY Budi Wibowo menyampaikan kehadiran KEK itu menjadi peluang bagi siapapun baik pelaku usaha termasuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DIY memberikan zona usaha industri kreatif. Dengan adanya KEK ini jelas bakal menjadi daya pikat atau magnet bagi para pengusaha untuk masuk sesuai bidang-bidang yang ada di industri kreatif.

“Terbuka peluang luar biasa dengan adanya kedua KEK tersebut di DIY. Usaha-usaha yang ada di dua wilayah tersebut jelas akan bergerak, kami telah berkonsultasi dengan kepala daerah atau bupatinya karena bangkitan ekonominya akan luar biasa,” tutur Budi.

Baca juga :

Mengejutkan! Pelatih PSS Eduardo Perez Moran Mendadak Mundur
Pembina Pramuka SMPN 1 Turi Resmi Ditahan

Budi Wibowo mengaku pihak pengembang yang sudah ada di KEK Piyungan yaitu PT Yogyakarta Isti Parama (YIP) juga telah diminta menggandeng sektor-sektor potensial ekspor. Pemda DIY sudah menyerahkan dokumen kedua KEK tersebut pada 4 Februari 2010 lalu, kemudian tinggal menunggu hasil evaluasi dan memonitoring apa yang harus dilengkapi kekurangan hingga adanya klarifikasi.

“Dari pihak PT sudah siap diklarifikasi dari Dewan Kawasan yang masuk dalam persyaratan perizinan adanya KEK. Kedua KEK di DIY itu optimis bisa berjalan tahun ini,” tandas Budi.

Asekda Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY Tri Saktiyana menjelaskan KEK di DIY di bundling antara Bantul dengan Kulonprogo. KEK Piyungan Bantul memang sudah lama siap lahan maupun infrastruktur yang dibangun pihak pengusaha di kawasan industri.

“Pemda DIY menginginkan kawasan industri sekaligus di bundling menjadi KEK lintas kabupaten yaitu KEK Piyungan Bantul dan KEK Sentolo Kulonprogo. Tetapi sekali lagi, industri yang berkembang di dalamnya adalah industri nonpolutan dan berbasis kreatif dalam arti yang luas,” terangnya.

Tri Saktiyana menegaskan ketika tempat usaha dan pabrik menjadi suatu KEK maka biaya produksi jelas bisa ditekan. Dari sisi serapan tenaga kerja sendiri KEK tersebut secara langsung maupun tidak langsung bisa menyerap setidaknya 20.000 hingga 25.000 tenaga kerja nantinya. (Ira)

BERITA TERKAIT