Kawasan Kumuh Bakal Terentaskan Tahun Ini

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) yang dicanangkan pemerintah pusat sejak empat tahun lalu, harus sudah bisa dituntaskan tahun ini. Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Kota Yogya selaku pengguna anggaran pun kini tengah mengebut program tersebut.

Ketua Forum BKM Kota Yogya Muhammad Sofyan, menjelaskan total area kawasan kumuh berdasarkan SK Walikota tahun 2014 lalu mencapai 271,04 hektare. "Sampai akhir tahun 2018, masih tersisa 69,04 hektare. Itu yang saat ini tengah menjadi fokus garapan kami sampai akhir tahun," jelasnya.

Dirinya memastikan, sisa area kawasan kumuh tersebut bisa dientaskan tahun ini juga. Apalagi rata-rata capaian tiap tahun mampu mencapai di atas 50 hektare. Tahun pertama pada 2016 berhasil mengentaskan 17,07 hektare, kemudian tahun 2017 mencapai 107,90 hektare dan tahun 2018 mencapai 87,96 hektare.

Kawasan kumuh yang ditangani BKM Kota Yogya terdiri dari 33 kelurahan yang terbagi dalam empat kawasan. Masing-masing kawasan permukiman bantaran Kali Winongo, bantaran Kali Code, bantaran Kali Gajah Wong, dan kawasan permukiman non bantaran.

"Tahun ini fokus kami di kawasan Kali Gajah Wong yang meliputi tiga kelurahan. Total anggaran dari pemerintah pusat mencapai Rp 17,5 miliar," imbuh M Sofyan.

Sementara bentuk penanganannya disesuaikan dengan indikator kawasan kumuh. Di antaranya penataan permukiman warga, membuka akses jalan, membangun drainase hujan dan limbah, penyediaan air bersih, penanganan persampahan serta fasilitas pemadaman kebakaran.

Selain mendapat sokongan dana dari pemerintah pusat, penanganan kawasan kumuh di Kota Yogya juga dilakukan dengan dana APBD maupun bantuan dana DIY. Tahun ini, alokasi dari APBD Kota Yogya mencapai Rp 10,6 miliar dan bantuan dari DIY Rp 6,05 miliar.

Namun, kegiatan yang dibiayai oleh APBD Kota Yogya dan bantuan DIY, ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogya. Dengan begitu, pengentasan kawasan kumuh bisa lebih cepat diselesaikan. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI