KBR Suarakan Perlindungan Pekerja Rumahan

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Ruang publik Kantor Berita Radio (KBR) mengadakan sebuah talkshow serial lindungi pekerja rumahan, Rabu (19/9/2018) di Greenhost Boutique Hotel. Talkshow bertujuan menyebarluaskan informasi kondisi pekerja rumahan kepada masyarakat luas. Kegiatan yang digelar oleh program MAMPU, Kemitraan Australia-Indonesia untuk Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan ini mengambil tema ‘Kami Pekerja Rumahan, Ada dan Berdaya’

Direktur Eksekutif Yayasan Anisa Swasti (Yasanti), Amin Muftiyanah mendefinisikan pekerja rumahan sebagai pekerja yang membawa pulang pekerjaannya untuk dikerjakan di rumah. Namun, hingga saat ini masih banyak pekerja rumahan yang belum menyadari apabila mereka adalah seorang pekerja.

“Dari umur 20 tahun saya menjadi pekerja. Tapi dari dulu nggak tahu kalau saya itu pekerja. Saya baru tahu ditahun 2014 saat Yasanti datang ke desa untuk memberi info,” tutur Warisah yang kini menjabat sebagai Ketua Federasi Perempuan Pekerja Rumahan Bantul. Warsiah bekerja menjadi penjahit tas kain perca yang diberi upah Rp 2.500,- per buah. Sedangkan, ia hanya bisa menghasilkan empat buah tas kain perca setiap harinya.

Warsiah hanya satu dari ribuan pekerja rumahan di luar sana yang bernasib memprihatinkan. Ketidaktahuan pekerja rumahan tersebut membuat kondisi mereka rentan. Kondisi rentan ini disebabkan oleh rendahnya upah yang diterima, tidak adanya jaminan ketenagakerjaan, dan jam kerja yang tidak menentu.

Hal ini direspon oleh sekretaris Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Dinakertrans) DIY, Sriyati bahwa ditahun 2017 Dinakertrans bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) telah menginisiasi penanganan Perempuan Pekerja Rumahan (PPR) dengan mengadakan kajian. Sayangnya, kajian tersebut masih memerlukan berbagai penajaman.

“Untuk kedepannya kami akan merapatkan barisan untuk menindaklanjuti kajian agar Peraturan Gubernur (Pergub) bisa disahkan,” pungkas Sriyati menutup talk show hari ini. (Aulia Hafisa)

 

BERITA REKOMENDASI