Kearifan Lokal Benteng Arus Globalisasi

YOGYA (KRjogja.com) – Perubahan yang terjadi di Indonesia dalam berbagai bidang perlahan menimbulkan permasalahan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dari permasalahan itulah lantas memunculkan keresahan tentang pentingnya mempertahankan NKRI akibat pengaruh dampak globalisasi.

"Kondisi ini yang dikhawatirkan makin mengikis rasa nasionalisme dan mengancam jati diri bangsa Indonesia sebagai bangsa yang bermartabat," tegas Kepala Badan Kesbangpol DIY Agung Supriyono dalam dialog budaya 'Urgensi Penanaman Nilai-nilai Kebudayaan di Dalam Mempertahankan NKRI dalam Perspektif Keistimewaan DIY' persembahan Dewan Kebudayaan Kota Yogyakarta (DKKY) di Kampayo XT Square Yogyakarta.

Dalam kesempatan tersebut Agung juga menjelaskan Indonesia berada di tengah ancaman imperialisme moderen, terutama bagi generasi muda. Terlebih belakangan ini banyak ideologi yang bermunculan namun bertentangan dengan Pancasila dan NKRI. Kondisi ini yang tentu perlu diwaspadai dampaknya pada kurun satu atau dua dasawarsa ke depan.

"Sebab itulah nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi penopang keistimewaan DIY perlu terus dikembangkan untuk menghadapi situasi dan tantangan yang terjadi. Apalagi masyarakat Yogyakarta sangat majemuk yang tentu rentan. Tapi ketika bisa disikapi arif bijaksana dengan pendekatan sosial budaya, justru akan menjadi kekuatan bangsa," terangnya.

Widihasto Wasana Putra menuturkan Indonesia merupakan negara yang memiliki kesejarahan dan akar budaya berupa kerajaan atau monarki yang kuat. Faktor inilah yang menjadi dasar dan mempengaruhi eksistensi sebuah negara tersebut. (M-5)

 

BERITA REKOMENDASI