Keberadaan ASN Bukan Sekadar Pekerja Kantoran

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Korupsi tidak seluruhnya bisa dikontrol, namun dapat dipantau melalui kombinasi etika perilaku dan pembuktian terbalik atas nilai-nilai kepatutan dan tindakan hukum tegas. Sayangnya, belum semua masyarakat bisa mewujudkan hal itu dengan baik. Padahal jabatan termasuk sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah amanah dari rakyat, dimana fasilitas yang diperoleh dari jabatan itu adalah titipan rakyat.

Jadi, tidak boleh diartikan permaafan atas penyimpangan sekecil apapun. Karena kebiasaan yang dihalalkan akan berakumulasi menjadi pelanggaran fatal yang bisa merugikan negara.

Baca juga :

Sultan: Pelajar Fokus Sekolah, Tak Usah Ikut-Ikutan Politik
Wayang Jadi Totonton dan Tuntunan Gambaran Kehidupan

"Keberadaan ASN bukan hanya sekadar pekerja kantoran, melainkan adalan insan peradaban yang memiliki tanggung jawab ke depan. Karena dengan menjadi seorang ASN, berarti seseorang mempunyai tanggung jawab sebagai pelaksana kebijakan publik. Konsekuensi dari itu mereka harus bisa melakukan pelayanan terbaik kepada publik dan menjadi perekat bangsa," kata Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Sultan mengungkapkan, mengingat makna penandatanganan Pakta Integritas yang antara lain berbunyi ASN akan bekerja jujur, tertib, cermat dan semangat untuk negara. Pihaknya berharap para ASN bisa melaksanakan hal tersebut dengan sebaik-baiknya. Pasalnya jika beberapa hal di atas bisa dilaksanakan dengan baik, adanya korupsi administrasi, waktu, pengadaaan barang dan jasa maupun penggunaan inventaris dinas, antisipasi (pencegahannya) bisa maksimal.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Gatot Saptadi menerangkan, formasi CPNS Pemda DIY tahun 2018 sebanyak 766 orang. Dari jumlah tersebut setelah dilakukan sejumlah tahapan seleksi terisi sebanyak 755 orang. Adapun rinciannya sebanyak 495 CPNS merupakan tenaga guru, 53 CPNS tenaga kesehatan dan tenaga teknis sebanyak 207 CPNS. (Ria)

BERITA REKOMENDASI