Keberadaan Desa Tangguh Bencana Dioptimalkan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Bencana alam berupa banjir dan tanah longsor sering menjadi ancaman di sejumlah daerah di DIY saat musim penghujan. Untuk itu sejumlah upaya dilakukan oleh Pemda untuk mengantisipasi datangnya bencana alam saat musim penghujan. Salah satunya dengan mengoptimalkan keberadaan desa tangguh bencana.

"Empat kecamatan yang ada di Kulonprogo termasuk daerah rawan longsor. Oleh karena itu saat musim penghujan seperti sekarang saya selalu mengingatkan masyarakat Kulonprogo, khususnya yang tinggal di daerah perbukitan untuk waspada kemungkinan terjadinya longsor. Karena tanah longsor bisa terjadi setiap saat," kata Bupati Kulonprogo, Sutedjo.

Baca juga :

Naik Turun 70 Tahun Hubungan Indonesia-Australia
Peringatan Hari HAM, Ratusan Orang Melukis Bersama di Malioboro

Sutedjo mengungkapkan, peningkatan intensitas hujan yang terjadi saat musim penghujan perlu diimbangi dengan peningkatan kewaspadaan. Karena kondisi tanah di Kulonprogo kebanyakan adalah perbukitan menjadikan mudah longsor. Apalagi kalau diguyur hujan lebat dengan durasi yang cukup lama.

"Kami merasa bersyukur intensitas hujan kali ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Kondisi tersebut menjadikan kami lebih mudah untuk melakukan antisipasi. Adanya struktur tanah di Kulonprogo kebanyakan bebatuan tapi terbungkus tanah. Jadi adanya pemasangan EWS di Girimulyo sangat membantu," terang Sutedjo.

Menurut Bupati Kulonprogo, pencegahan bencana alam akan bisa optimal apabila ada sikap proaktif dari masyarakat. Guna mewujudkan hal itu, selain mengintensifkan koordinasi, pihaknya juga mengoptimalkan keberadaan desa tangguh bencana. Dengan begitu, saat bencana terjadi masyarakat bisa mengetahui langkah apa yang perlu dilakukan. (Ria)

BERITA REKOMENDASI