Kebohongan Karyawan Indogrosir Terjangkit Corona Berujung Malapetaka

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Ledakan kasus penyebaran Virus Corona di Indogrosir tidak akan terjadi jika penderita pertama dari klaster Indogrosir bersikap jujur, tidak berbohong kepada petugas. Awalnya mengaku pengangguran, namun ternyata kemudian mengaku bekerja di Swalayan Indogrosir.

Andai mau jujur, tidak mengaku pengangguran. Terus benar isolasi diri, tidak masuk kerja sampai seminggu, maka kemungkinan besar tidak ada cerita tragis dialami swalayan terbesar di DIY ini. Tidak ada bom klaster baru di Indogrosir.

Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Virus Corona, Berty Murtiningsih, Rabu (13/05/2020) menegaskan kembali pentingnya sikap jujur tersebut. Ketidakjujuran menimbulkan malapetaka.

Dari informasi yang diperoleh, kenapa pasien tersebut berbohong sehingga tetap masuk kerja karena takut dipecat. Namun dengan sikap ini, justru menjadi bumerang, tidak hanya bagi tempatnya bekerja, tetapi bagi teman-teman kerjanya yang lain dan masyarakat umum. Ketidakjujuran juga terjadi pada karyawan lain yang sudah melakukan rapid test dari Indogrosir, 4 Mei lalu.

BERITA REKOMENDASI