Kebutuhan KRL Yogya-Solo Mendesak, Ini Alasan KAI

YOGYA, KRJOGJA.com – Proyek Kereta Listrik Kereta Commuter Line (KRL) untuk trayek Kutoajo-Yogya-Solo tampaknya benar-benar akan direalisasikan Kementrian Perhubungan (Kemenhub). Dana Rp 1 trilyun bahkan sudah disiapkan untuk menggelontori proyek yang diharapkan rampung 2020 tersebut.

Proyek KRL sendiri dirasa sudah begitu mendesak untuk direalisasikan. PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang menjadi otoritas jalur Kutoarjo-Yogya-Solo merasa tak lagi bisa mengakomodasi jumlah penumpang setiap hari.

Manajer Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta Eko Budianto mengungkap dalam satu hari hanya ada kereta Prambanan Ekspress (Prameks) yang melayani rute tersebut. Maksimal, hanya 16 ribu penumpang yang dapat diangkut di mana jumlah tersebut ternyata masih belum mampu mengampu seluruh penumpang.

“Setiap hari KAI di Daop 6 menerima protes penumpang yang tidak kebagian tiket Prameks. Mereka mengeluh karena harus menghabiskan uang lebih saat tidak kebagian tiket Prameks. Perbandingannya mungkin Prameks Rp 8 ribu dan kereta lain bisa Rp 15 ribu,” ungkapnya pada wartawan di Balai Yasa Yogyakarta Kamis (5/4/2018).

KRL menurut Eko menjadi salah satu opsi terbaik pemenuhan angkutan massal yang ekonomis namun tetap mengedepankan keamanan dan ketepatan waktu. “Satu rangkaian Prameks maksimal hanya mengangkut 800 penumpang sementara KRL bisa 1000 penumpang. Pun dengan daya listrik bisa ramah lingkungan dan kecetapan lebih baik daripada diesel,” sambungnya.

Persiapan pembangunan infrastruktur KRL sendiri saat ini sudah siap dilaksanakan diantaranya sudah adanya tiang beton LAA sudah disiapkan di Stasiun Solo Jebres. Rel kereta pun bisa menggunakan rel yang digunakan untuk Prameks selama ini.

Terkait maintenance, Balai Yasa Yogyakarta pun mengaku sudah siap melaksanakan perawatan KRL apabila benar terwujud di tahun 2020. Berbagai persiapan diantaranya menambah loss untuk keperluan pengembangan maintenance KRL.

“Kami sudah siap bila memang ada KRL di Yogya-Solo karena secara keseluruhan sudah disiapkan untuk pengembangan Balai Yasa Yogyakarta. Target kami 2020 kami sudah siap semuanya untuk mendukung operasional KRL,” ungkap EVP Balai Yasa Yogyakarta, Denny Hariyanto (fxh)

BERITA REKOMENDASI