Kegempaan Masih Tinggi, Status Merapi Tetap Waspada

YOGYA, KRJOGJA.com – Gunung Merapi tidak menunjukkan perubahan aktivitas yang signifikan, akhir-akhir ini. Namun, meski secara visual terkesan landai, tapi aktivitas vulkanik terutama seismisitas (kegempaan) masih tergolong tinggi.

Data perekaman kegempaan, sepanjang Minggu (10/6/2018) terekam 2 kali gempa tektonik jauh dan 1 kali gempa vulcano tektonik (VT) dalam. Sedangkan untuk gempa guguran tercatat 7 kali (pukul 06.00-12.00 WIB). Data seismisitas tersebut menunjukkan aktivitas vulkanik Merapi masih tinggi, sehingga status Gunung Merapi  tetap 'Waspada' (level II).

"Kondisi Merapi saat ini landai, namun aktivitas vulkaniknya masih tinggi, ditunjukkan dari data perekaman kegempaan. Oleh karena itu, statusnya belum diturunkan ke Normal," terang Kepala Seksi Gunung Merapi, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Dr Agus Budi Santoso kepada KRJOGJA.com, Senin (11/6/2018).

Agus Budi kembali menegaskan, status Waspada berarti hanya berupa peningkatan aktivitas gunung saja. Status Waspada ini tidak terlalu berat, karena tidak sampai mengancam jiwa penduduk (di luar radius 3 Km), sehingga masyarakat tidak perlu resah. "Di status level II (Waspada) ini, masyarakat tetap bisa melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasa," katanya.

Lebih lanjut dijelaskan Agus Budi, bila terjadi letusan di level II (Waspada), letusan itu tidak besar karena didominasi pelepasan gas saja. Kalaupun terjadi letusan besar, pasti akan ada tanda-tanda awal (prekursor) yang terekam sensor sebelum terjadi letusan, sehingga bisa diambil langkah antisipasi. "Di level II (Waspada) belum perlu dilakukan upaya penanggulangan bencana yang memberatkan warga," katanya.

Terkait pembukaan objek-objek wisata di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi, Agus Budi mengatakan, boleh, asalkan tetap di luar radius 3 km serta telah mengantongi izin dari dinas terkait.(Dev)

BERITA REKOMENDASI