Kejari Yogya Terima Limpahan Terpidana Kasus Jiwasraya

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRJOGJA.com – Kejari Yogya menerima pelimpahan perkara terpidana kasus PT Asuransi Jiwasraya, Benny Tjokrosaputro (52). Namun dalam perkara ini, Benny Tjokrosaputro (52) ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) senilai sekitar Rp 50 miliar.

Kajari Yogya Gatot Guno Sembodo SH MH, Kamis (20/1) mengungkapkan, perkara ini merupakan hasil penyidikan dari Bareskrim Polri yang dilimpahkan ke Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum). Dimana Benny Tjokro yang juga merupakan terpidana kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya ini diduga menyembunyikan asal usul kepemilikan yang sebenarnya.

“Diduga uang yang disembunyikan itu berasal dari tindak pidana menghimpun dana masyarakat dalam bentuk simpanan tanpa izin usaha dari Bank Indonesia atau berasal dari tindak pidana lainnya. Dalam rangka penghimpunan dana itu, pernah dilakukan pertemuan di salah satu hotel di Yogya,” ungkapnya.

Untuk menjalankan modusnya, tersangka telah mendirikan PT Hanson Internasional dan Koperasi Hanson Mitra Mandiri. Kedua perusahaan itu diduga digunakan tersangka sebagai sarana untuk melakukan pencucian uang dari hasil kejahatan dalam menghimpun dana dari masyarakat.

“Dan patut diduga juga dana yang dicuci tersebut berasal dari perusahaan-perusahaan lainnya milik tersangka. Dimana perusahaan diduga telah menerima aliran dana terkait perkara tindak pidana korupsi,” terangnya.

Di samping Benny Tjokrosaputro, juga ada empat tersangka lainnya yang merupakan staf perusahaan milik tersangka. Yakni RAS (50), RA (56), JI (43), dan RM (51). Dalam perkara ini, para tersangka disangkakan Pasal 3, Pasal 4 Jo Pasal 10 UU No. 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU Jo Pasal 55 (1) ke-1 KUHP serta melanggar Pasal 46 (1) (2) UU No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan Jo UU No. 10 Tahun 1998 tentang Perbankan.

“Perkara ini telah kami limpahkan kemarin ke Pengadilan Negeri Yogya. Untuk menyidangkan perkara tersebut, kami telah membentuk tim penuntut umum yang berasal dari Jaksa Kejari Yogya dan Jampidum,” pungkasnya. (Sni)

 

BERITA REKOMENDASI