Kejati DIY Selamatkan Uang Korupsi Rp 1,792 M

Editor: Ivan Aditya

YOGYA (KRjogja.com) – Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY  bersama kejaksaan negari se-DIY selama tahun 2016 telah berhasil menyelamatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 1.792 miliar. Untuk penyelidikan ada 13 dan perkara yang dinaikan ke proses penyidik sebanyak 16. Sedangkan untuk perkara yang sudah masuk dalam persidangan sebanyak 22.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati DIY Azwar SH menjelaskan, penyelamatan keuangan negara itu terjadi dari Kejati DIY Rp 710 juta, Kejari Yogya sebesar Rp 462,491 juta, Kejari Sleman Rp 100 juta, Kejari Bantul Rp 200 juta, Kejari Kulonprogo Rp 54,605 juta dan Kejari Gunungkidul Rp 265,560 juta. Uang tersebut sudah disetoek ke kas negara.

"Total kerugian keuangan negara yang berhasil kami selamatkan di kejaksaan wilayah DIY sebesar Rp 1,792 miliar. Jika dibandingkan tahun kemarin memang menurun karena dulu ada penyelamatan keuangan negara dari kasus UGM sebesar Rp 11 miliar, " kata Azwar, Jumat (09/12/2016) saat penyampaian kinerja Kejati DIY dalam rangka Hari Anti Korupsi tahun 2016.

Dalam proses penyelidikan, Kejati DIY menangani 3 perkara tapi hanya 1 perkara yang dinaikan ke tahap penyidikan, sedangkan 2 perkara dihentikan karena tidak cukup bukti. Untuk Kejari Yogya 2 masih penyelidikan, Kejari Sleman 1 masih penyelidikan, Kejari Bantul 1 dinaikkan ke penyidikan dan 1 masih penyelidikan.

"Sedangkan Kejari Kulonprogo 1 dinaikkan ke penyidikan. Untuk Kejari Gunungkidul 2 dinaikkan ke tahap penyidik, 1 masih proses penyelidikan dan 1 dihentikan karena sudah ditangani Polda DIY, terangnya.

Mengenai perkara tahap penyidikan di Kejati DIY, yaitu perkara dugaan korupsi dana pembangunan Pusat Seni dan Kerajinan Kota Yogyakarta (PSKY) atau XT-Square, dugaan tindak pidana korupsi pengadaan pergola oleh Badan Lingkungan Hidup Kota Yogya tahun 2013, dugaan korupsi dalam pemberian kredit salah satu bank daerah ke salah satu perusahaan dan dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan pos SAR DIY.

"Perkara XT-Square ini masih dalam taraf evaluasi pimpinan. Kasus Basarnas masih terus dilakukan penyidikan dari hasil keterangan tersangka Da dan Wr. Sedangkan untuk pergola sudah mulai disidangkan di Pengadilan Tipikor Yogya," paparnya.

Sedangkan Asintel Kejati DIY Joko Purwanto SH menegaskan, pihaknya juga menindak tegas bagi jaksa maupun pegawai kejaksaan yang melakukan pelanggaran. Belum lama ini, salah satu jaksa dari Wates dimutasi ke Belitung Timur karena melakukan perbuatan yang tidak terpuji di salah satu tempat hiburan.

"Selama diperiksa, jaksa itu kami amankan di masjid. Kemudian diberi tugas tambahan berupa mengumandangkan adzan setiap harinya. Sanksi dari Kejagung, jaksa itu dimutasi ke Belitung Timur. Ini bukti kami menindak tegas bagi jaksa atau pegawai kejaksaan yang melanggar, " kata Joko. (Sni)

BERITA REKOMENDASI