Kejati DIY Tangkap Buron, Komisaris Perusahaan Properti Dieksekusi

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Komisaris perusahaan properti, Arie Liyono, Minggu (20/09/2020) malam dieksekusi oleh Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejati DIY dan Kejari Sleman ke Lapas Cebongan. Selama menjadi buronan, terpidana kasus penipuan penjualan apartemen di wilayah Sleman ini sempat pindah-pindah kota.

Kajari Sleman Bambang Marsana SH MH didampingi Kasi Pidum Kejari Sleman Andika Romadona SH Senin (21/09/2020) mengungkapkan, sesuai putusan Mahkamah Agung RI No 549 K/Pid/2019 tanggal 31 Juli 2019, terpidana dijatuhi hukuman satu tahun penjara karena terbukti melanggar Pasal 378 KUHP. Namun saat akan dieksekusi, terpidana selalu pindah-pindah kota.

“Terpidana ini menjadi buronan sejak 9 bulan yang lalu. Kemudian kemarin, kami mendapat informasi bahwa terpidana berada di tempat usahanya di wilayah Ngaglik. Atas informasi itu, terpidana berhasil kami tangkap,” ungkapnya.

Di samping Arie Liyono, MA juga menjatuhkan hukuman Winarko selaku selaku direktur perusahaan tersebut selama 1 tahun 5 bulan penjara. Namun untuk Winarko sudah berhasil dieksekusi beberapa waktu lalu. “Dengan tertangkapnya terpidana Arie, semua terpidana dalam kasus ini sudah tertangkap semua,” ujarnya.

Diterangnya, kasus ini berawal Winarko selaku direktur bersama Arie Liyono selaku komisaris menawarkan apartemen dengan cara menyebar brosur. Kemudian para korban tertarik untuk membeli apartemen dengan metode pembayaran secara diangsur ataupun ada yang sudah membayar lunas.

“Namun saat korban sudah ada yang membayar lunas untuk pembelian 1 unit apartemen, ternyata apartemen tersebut belum dibangun dengan alasan belum ada ijin dari Pemkab Sleman. Sehingga korban Giyarto Prasaja alias Gigi mengalami kerugian sekitar Rp 500 juta,” terangnya.

Sebagaimana diketahui, perkara ini disidangkan pada Februri 2018 di PN Sleman. Dalam vonis di PN Sleman, kedua terdakwa lepas dari segala tuntutan (onslaag van alle recht vervolging). Setelah Jaksa Penuntunt Umum melakukan kasasi, kedua terdakwa dinyatakan bersalah.

Sedangkan Ketua Tim Tabur Kejati DIY Yuana N menambahkan, sejak Mei 2020 hingga sekarang, Tim Tabur Kejati telah menangkap 18 DPO dalam beberapa kasus. Pihaknya mengimbau kepada para buronan yang belum tertangkap untuk segera menyerahkan diri. “Masih ada beberapa orang yang kami buru. Untuk itu kami minta segera menyerahkan diri saja,” tambahnya. (Sni)

BERITA REKOMENDASI