Kejati Selamatkan Uang Negara Rp 23,114 M

YOGYA, KRJOGJA.com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY terus berkomitmen memberantas tindak pidana korupsi. Selama Tahun 2019, Kejati DIY berhasil menyelematkan keuangan negara sebesar Rp 23,114 miliar. Sedangkan perkara yang sedang disidik ada 6 kasus. 

Kajati DIY Dr Masyhudi SH MH didampingi Wakati DIY Oktavianus SH MH menjelaskan, uang negara yang berhasil diselamatkan itu terdiri dari beberapa kasus yang ditangani Kejati DIY yaitu kasus penyimpangan kredit di salah satu bank BUMN senilai Rp 16 miliar, pengadaan tanah di Kalasan Rp 6,5 miliar. Sedangkan Kejari Kota Yogya Rp 437 juta, Kejari Sleman Rp 52 juta dan Kejari Bantul 124 juta

"Dari total uang yang diselamatkan itu, Rp 22,5 miliar pada saat penyidikan dan Rp 614 juta pada tahap penuntutan. Untuk uang dititipkan di rekening penampungan kejaksaan," jelasnya di sela-sela peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia, Senin (9/12).

Setelah upacara peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia, dilanjutkan dengan pembagian stiker dan kaos kepada pengendara dan pejalan kaki di Titik Nol. Tujuannya untuk mengajak masyarakat dalam memerangi bahaya korupsi.

Lebih lanjut dikatakan Kajati, sekarang ini perkara yang sedang tahap penyelidikan ada 9 perkara yaitu Kejati DIY 2 perkara, Kejari Sleman 2 perkara, Kejari Bantul 2 perkara, Kejari Kulonprogo 2 perkara dan Kejari Gunungkidul 1 perkara. Sedangkan tahap penyidikan ada 6 yaitu 4 di Kejati DIY, Kejari Sleman  1 dan Kejari Gunungkidul 1. "Sementara kasus yang sedang dalam tahap penuntutan ada 6 perkara. Semuanya perkara Kejati DIY," paparnya. 

Menurutnya, kejaksaan mempunyai komitmen untuk memerangi korupsi di semua level. Untuk itu pihaknya berharap peran masyarakat dalam memberantas tindak pidana korupsi, salah satunya melaporkan jika ada perbuatan yang menyimpang. 
"Harapan kami, semua aparat hukum bersama masyarakat untuk bersama-sama memerangi korupsi. Lambat laun, korupsi iti akan hilang," pungkasnya. (Sni) 

BERITA REKOMENDASI