Kekurangan Nakes dan Ruang Perawatan, Penanganan Covid DIY Bisa Kolaps?

YOGYA, KRJOGJA.com – Tren kasus positif Covid-19 DIY mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir dengan kumulatif 5453 (data 25 November). Namun demikian, jumlah tenaga kesehatan (nakes) dan ruang perawatan tidak mengalami penambahan.

Situasi ini sempat menjadi viral dua hari terakhir di sosial media. Seorang dokter mengunggah situasi sulitnya mencari ruang perawatan dengan ventilator dan meminta masyarakat untuk tidak sakit dulu sementara waktu. Unggahan itu viral, banyak komentar yang sebagian menyebut kurang maksimalnya penanganan Covid di DIY.

Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto mengatakan situasi tersebut memang sangat mungkin terjadi karena jumlah nakes dan ruang perawatan yang terus berkurang karena kasus naik. Eko berharap hal tersebut menjadi perhatian Pemda melalui gugus penanganan Covid-19 DIY.

“Jangan sampai tren kasus positif naik namun fasilitas kesehatan kita sama saja. Kami minta pemda untuk meningkatkan pelayanan agar tidak kolaps nantinya penanganan di DIY. Kita lihat mendekati adanya persilangan ini antara kasus positif dan jumlah kamar penanganan. Pemda juga harus bekerjasama dengan rumah sakit pendidikan dan universitas kedokteran, karena sebenarnya banyak yang bisa jadi relawan. Namun pemda harus memberikan insentif pada mereka. Dokter dan tenaga bantu juga harus lebih baik insentifnya,” ungkap Eko dalam diskusi bersama gugus covid di DPRD DIY, Rabu (25/11/2020).

BERITA REKOMENDASI