Kelanjutan Proyek Soepomo Cs, Pemkot Segera Ambil Tindakan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Kelanjutan proyek pembangunan saluran air hujan (SAH) Soepomo Cs yang terjerat kasus KPK, mulai ada titik terang. Sejengkal lagi, Pemkot Yogya bakal mengambil tindakan berupa penataan.

Titik terang nasib SAH yang salah satunya berada di Jalan Babaran tersebut setelah terbitnya surat rekomendasi dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP). Rekomendasi dari LKPP tersebut merupakan jawaban dari surat yang dilayangkan oleh Pemkot Yogya sebelumnya.

Baca juga :

Pembangunan Hidran Kampung Ditargetkan Rampung Akhir Tahun
Lahan Pertanian di Kota Yogyakarta Masih Subur

“Surat dari LKPP sudah kami terima dan langsung kami tindaklanjuti,” tandas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogya Agus Tri Haryono.

Dalam rekomendasi itu, LKPP meminta supaya pihak ketiga yang mengerjakan proyek SAH Soepomo Cs diputus kontrak. Opsi putus kontrak sebenarnya juga sudah tertuang dalam pakta integritas manakala terjadi penyimpangan.

Usai putus kontrak, kini Pemkot masih melakukan audit atas nilai proyek yang sudah dikerjakan. Sedangkan terkait penataan lokasi proyek yang sudah mangkrak hingga satu bulan, menurut Agus, pihaknya tinggal menunggu surat resmi dari KPK.

“Kami tidak ingin mendahului, namun begitu surat dari KPK turun, kami pun segera menindaklanjuti. Kami juga berharap bisa secepatnya ada penanganan supaya tidak merugikan masyarakat,” tandasnya.

Sebelumnya, Wakil Walikota Yogya Heroe Poerwadi, mengatakan untuk melanjutkan kembali proyek tersebut dengan rekanan baru, waktunya sangat terbatas. Paling tidak dibutuhkan waktu dua bulan guna proses lelang.

Oleh karena itu, penataan atau normalisasi merupakan opsi paling tepat agar ruas jalan tersebut dapat kembali normal. Hanya, hal itu tetap membutuhkan arahan resmi dari KPK sebagai bagian dari aspek kehati-hatian. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI