Kelembaban Tinggi Memicu Cuaca Panas

YOGYA, KRJOGJA.com – Cuaca panas yang terjadi di wilayah DIY dalam beberapa hari terakhir, dipengaruhi oleh kelembaban udara yang cukup tinggi. Hal itu diperkuat oleh data dari Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika yang menyatakan, kelembaban udara di DIY berkisar antara 53 persen sampai 92 persen.

"Berdasarkan hasil pantauan cuaca di Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta tercatat suhu minimum mencapai 24 derajat celcius dan maksimum 34 derajat Celcius. Dampaknya suhu terasa sangat panas serta gerah. Suhu itu semakin terasa panas, karena kelembaban udaranya cukup tinggi yaitu kisaran 53 persen sampai 92 persen,” kata Kepala Kelompok Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Yogyakarta Djoko Budiyono MSi di Yogyakarta, Sabtu (14/04/2018).

Djoko mengungkapkan, tingkat kelembaban udara yang cukup tinggi itu menjadi salah satu pemicu udara terasa panas dan gerah. Hal itu dikarenakan salah satu sifat uap air adalah menyerap radiasi khususnya yg berasal dari bumi. Akibatnya akan memicu suhu udara menjadi lebih panas dan gerah. Penyebab lainnya adalah pola angin nampak arah angin berasal
dari Timuran. Adanya angin Timuran itu menunjukkan sebentar lagi di wilayah DIY akan memasuki musim kemarau.

"Musim kemarau di DIY diprediksikan akan terjadi di kisaran akhir April hingga pertengahan Mei 2018. Kendati demikian, hujan ringan sampai sedang masih berpotensi muncul di utara DIY terutama di daerah dataran tinggi,” ungkap Djoko. (Ria)

BERITA REKOMENDASI