Kelompok Gandeng Gendong di Yogya Diimbau Gunakan ‘Ngalirisi’

YOGYA, KRJOGJA.com – Para pelaku yang terlibat dalam progam Gandeng Gendong, terutama sektor kuliner, diimbau menggunakan aplikasi 'Nglarisi'. Melalui aplikasi yang terintegrasi dalam Jogja Smart Service tersebut, akan memudahkan Pemkot Yogya dalam mengawasi program Gandeng Gendong. 

Wakil Walikota Yogya Heroe Poerwadi, mengungkapkan pelaku kuliner yang masuk dalam kelompok Gandeng Gendong merupakan sektor UMKM. "Kalau menggunakan 'Nglarisi', maka data transaksinya akan tercatat dan terpantau oleh pemerintah. Kami pun bisa tahu bagaimana perkembangan kelompok pelaku UMKM kuliner, apakah rutin menerima pesanan atau tidak," jelasnya, Senin (23/12/2019). 

Gandeng Gendong sektor kuliner sudah digulirkan sejak 2018 dan semakin intensi di tahun 2019. Salah satu tujuanya untuk meningkatkan kesejahteraan dan menurunkan angka kemiskinan di Kota Yogya. Sehingga, pelaku dalam kelompok Gandeng Gendong harus melibatkan masyarakat miskin yang masuk dalam data keluarga sasaran jaminan perlindungan sosial (KSJPS).

Sejak digulirkan tahun lalu, saat ini sudah ada 167 kelompok kuliner yang terdaftar sebagai penyedia jamunan makan dan minum di Pemkot Yogya. Seluruh kelompok pun diminta mengunduh aplikasi 'Nglarisi' untuk memudahkan pemesanan makanan dan minuman. Namun demikian, tidak seluruh pesanan dilakukan melalui aplikasi karena berbagai faktor. Bahkan, nilai pesanan yang tidak dilakukan melalui aplikasi jauh lebih tinggi dibanding pesanan melalui aplikasi.

Berdasarkan data, nilai pesanan yang dilakukan melalui aplikasi 'Nglarisi' sepanjang 2019 tercatat sebanyak Rp 2,79 miliar. Sedangkan pesanan dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) yang tidak melalui aplikasi justru tercatat cukup banyak yaitu Rp 12,87 miliar. 
"Jika tidak dilakukan melalui aplikasi, maka pemerintah tidak tahu kelompok kuliner mana saja yang sama sekali belum memperoleh pesanan. Kami juga tidak tahu bagaimana persebaran pesanan dan perkembangan usaha mereka," imbuh Heroe.

Berdasarkan data 'Nglarisi', terdapat satu kelompok kuliner yang sudah memperoleh 439 kali pesanan dengan total nilai sekitar Rp 226 juta. Tetapi, ada pula kelompok yang sama sekali belum memperoleh pesanan dari berbagai OPD di lingkungan Pemkot Yogya. "Tahun depan, kami akan undang secara khusus kelompok yang sama sekali belum pernah memperoleh pesanan dari pemerintah, atau kelompok yang pesanannya masih sedikit," katanya.

Sementara itu, salah satu pelaku usaha kuliner penyedia makan dan minum, Widi, dari Kelompok Mustika Rasa Brontokusuman mengatakan, aplikasi Nglarisi terkadang tidak bisa diakses. Pesanan yang dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB baru masuk pukul 14.00 WIB, padahal tidak ada kendala dalam jaringan internet.(Dhi)

BERITA REKOMENDASI