Keluarga di Era Digital

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Dunia digital berkembang sangat pesat seiring perkembangan zaman. Kemajuaan ini sangat berdampak positif bagi manusia, namun jika salah dalam memanfaatkannya bukan tidak mungkin hal tersebut justru malah menimbulkan masalah. Perlu kedewasaan dalam memanfaatkan kemajuan teknologi ini agar tujuan utamanya untuk mempermudah pekerjaan manusia dapat tercapai.

Perkembangan digital ini sangat terlihat dengan adanya gawai, internet maupun sosial media (medsos). Perusahaan berlomba-lomban untuk memproduksinya dan masyarakat dunia khususnya kaum muda di negara-begara berkembang menjadi pangsa yang sangat menjanjikan.

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKS, Sukamta menegaskan perkembangan teknologi ini harus dimaknai secara positif dan bijak. Jangan sampai peralatan penunjang maupun jaringan yang ada akan memperbudak manusia bahkan merusak tatanan yang selama ini telah ada.

“Gadget sudah seperti menggantikan peran jin. Tidak kelihatan terlihat dalam keyakinan Islam berinteraksi kuat dan berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari,” kata Sukamta dalam webinar bertema ‘Keluarga di Era Digital’ yang dilaksanakan Kamis (04/08/2022).

Sukamta mengungkapkan, saat ini terjadi kecenderungan hampir dalam suatu keluarga dipastikan memiliki perangkat ponsel sendiri-sendiri. Perkembangan ini jika tidak diperhatikan secara serius bakal mangancam keharmonisan suatu keluarga.

Ia menggambarkan, dalam suatu keluarga walau tengah berkumpul bersama namun mereka fokus pada ponselnya masing-masing. Yang terjadi kemudian waktu berkualitas bagi keluarga tak tercipta dan mereka tidak melakukan kegiatan yang produktif.

Ini belum lagi jika suatu keluarga telah mengenal medsos. Jejaring yang semula diciptakan untuk menjalin pertemanan maupun berinformasi, namun berubah menjadi bumerang bagi mereka yang tak bijak memanfaatkannya.

“Keluarga Indonesia gemar sosmed dan chatting. Saya berharap sosmed dan chatting untuk kegiatan produktif, tetapi kadang-kadang tidak produktif,” ungkap Alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) peraih gelar doktor Teknik Kimia dari universitas terkenal di Inggris itu.

Dampak yang saat ini perlahan terjadi, anak-anak semakin intens berinteraksi dengan alat digital sehingga membuat perilakunya berubah. Tak jarang anak berusia pelajar meninggalkan aktivitas belajarnya dan lebih asik bermain dengan ponselnya.

“Ini perlu perhatian khusus bagi orang tua. Jangan dengan mudah memberikan ponsel kepada anak, jika memang harus memberikan harus dengan pengawasan dan pembatasan penggunaannya,” jelas Sukamta.

Sukamta berharap, keluarga bisa menjadi garda terdepan dalam memerangi kesalahan perilaku dalam memanfaatkan kemajuan digital ini. Orangtua harus meningkatkan literasi digitalnya sehingga dapat memberikan edukasi yang benar kepada anak dan keluarganya.

Konselor rumah tangga, Ustad Cahyadi Takariawan menyampaikan dalam kondisi saat ini apapun kemajuan teknoligi yang ada maka manusia tidak akan bisa membendungnya karana zaman terus bergerak maju. Kemajuan yang terjadi hari ini belum tentu akan sama dengan lima tahun yang akan datang.

Menyikapi peran keluarga dalam era digital ini, Cahyadi menegaskan hal itu perlu komitmen bersama. Orangtua memiliki peranan yang sangat penting, namun demikian anak tetap harus diberikan ruang untuk berkreasi dan menyampaikan aspirasinya.

“Pengendalian teknologi dalam keluarga harus sinergi, apa yang boleh apa yang tidak boleh. Kalau boleh berapa lama, itu harus disepakati,” jelasnya. (*)

BERITA REKOMENDASI