Kemacetan Masih Terjadi di Jogja, Rekayasa Lalulintas Belum Efektif

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Rekayasa lalu lintas yang dilakukan selama libur Natal dan tahun baru (Nataru) lalu, masih belum sepenuhnya menghilangkan kemacetan di Kota Yogya. Hal itu terjadi, selain karena volume lalu lintas meningkat, juga akibat kapasitas infrastruktur jalan tidak digunakan secara maksimal.

"Hampir di sepanjang ruas jalan, masih didapati 'on-street parking' yang menimbulkan hambatan samping, sehingga mengakibatkan penyempitan aliran. Sementara itu upaya penambahan fasilitas 'off-street parking', dalam bentuk kantong parkir. Karena selama ini belum diikuti dengan pencegahan parkir di badan jalan. Kondisi itu masih butuh perhatian untuk mencari solusi terbaik," kata peneliti Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM, Dr Arif Wismadi di Yogyakarta, Senin (6/1).

Arif Wismadi mengungkapkan, penambahan kantong parkir tanpa upaya menghilangkan 'on-street parking' akan menambah persoalan. Karena persepsi ketersediaan ruang parkir akan memberikan insentif untuk pengguna kendaraan pribadi. Persepsi tersebut tidak diikuti fakta ketersediaan, sehingga kendaraan yang masuk ke arah kota akan berputar-putar mencari tempat parkir yang kosong dan menambah jumlah kendaraan yang memenuhi jalan.

"Supaya kemacetan berkurang, maka jika kebijakannya adalah dengan menambah kantong parkir harus dipastikan ada upaya pencegahan parkir di badan jalan. Untuk mencegah ketidakpastian ketersediaan sudah saatnya DIY menerapkan informasi ketersediaan tempat parkir melalui aplikasi di smartphone," terangnya.

Lebih lanjut Arif menambahkan, untuk memudahkan masyarakat mengetahui ketersediaan tempat parkir. Alangkah baiknya apabila informasi yang ditampilkan tidak hanya ketersediaan jumlah ruang parkir kosong. Namun, juga rekomendasi untuk meninggalkan kendaraan di luar kawasan inti dengan menunjukkan kantong parkir yang tersedia dan jadwal shuttle ke beberapa tujuan populer.

"Apabila hal itu bisa diwujudkan, masalah kemacetan yang selalu menjadi persoalan klasik bagi sejumlah daerah diharapkan bisa dikurangi. Tentunya semua itu bisa diterapkan secara maksimal jika ada kesadaran dan sikap proaktif dari masyarakat," tambahnya. (Ria)

 

BERITA REKOMENDASI