Kemampuan Literasi Digital Diperlukan di Era Industri 4.0

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) LIA Yogyakarta menyelenggarakan upacara wisuda Sarjana dan Ahli Madya Tahun 2019 di Ballroom Hotel New Saphir Yogyakarta, Sabtu (19/10/2019). Periode kali ini STBA LIA Yogya mewisuda 67 lulusan terdiri Program Studi S1 Sastra Inggris berjumlah 53 orang dan Program Studi DIII Bahasa Inggris berjumlah 14 orang.

 

Ketua STBA LIA Yogyakarta, Drs Agus Darwanto MA mengatakan, ketrampilan navigasi dalam era Industri 4.0 adalah sebuah keniscayaan. Era Industri 4.0 yang ditandai semakin strategisnya teknologi Internet of Things (IoT) menjadi keniacayaan abad ini dan abad selanjutnya. "Internet telah memberikan opportunity yang luas untuk perbaikan mutu kehidupan," terang Agus.

Namun, selain opportunity, IoT juga membawa kelemahan. Menurut Agus, tanpa kemampuan literasi digital yang cukup, maka IoT dapat membawa ancaman baru. Di era pasca kebenaran (post-truth) dewasa ini, kemampuan menafsirkan serta mengevaluasi informasi menjadi sangat penting dalam kehidupan berjejaring.

Kemampuan multibahasa yang dikuasai mahasiswa STBA LIA Yogya menjadi aset literasi di era Industri 4.0. Kemampuan membaca dalam berbagai bahasa dengan baik menjadi penunjang literasi digital mereka. "Kemampuan saring dan sharing sebagai salah satu ciri tingkat literasi digital, saya yakin telah dikuasai dengan baik oleh seluruh sivitas akademika STBA LIA Yogyakarta," ujarnya.

Ketua Pengurus Yayasan LIA, Mayjen TNI (Purn) Drs Hendardji Soepandji SH mengatakan, lulusan STBA dituntut mengembangkan softskills yang dibutuhkan dalam beradaptasi di era disrupsi. "Lulusan STBA LIA Yogya diharapkan terus meningkatkan kapasitasnya untuk menyesuaikan diri, melakukan terobosan kemandirian, menciptakan lapangan pekerjaan melalui berbagai inovasi," katanya. (Dev)

 

 

BERITA REKOMENDASI