Kemarau Ancam Ribuan Hektar Sawah Puso

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Meski puncak musim kemarau di wilayah DIY diprediksikan masih akan terjadi pada Agustus mendatang, namun sejumlah daerah sudah mulai terjadi kekeringan, seperti di Gunungkidul. Bahkan di Gunungkidul, ribuan hektare sawah mengalami puso sebagai dampak dari kekeringan dan mengakibatkan banyak petani yang mengalami kerugian.

“Untuk kasus puso di Gunungkidul, penyebabnya lebih dikarenakan adanya anomali iklim. Biasanya pada bulan April masih ada hujan, tapi kemarin sudah tidak ada hujan. Sehingga tanaman padi musim tanam kedua mengalami gagal panen,” kata pengamat pertanian dari Akademi Pertanian (Apta) Yogyakarta, Supriyadi.

Supriyadi mengungkapkan, lahan di Gunungkidul sebagian besar merupakan sawah tadah hujan dan tegalan, sehingga budi daya pertanian sangat tergantung pada hujan. Kecuali untuk wilayah-wilayah tertentu yang cukup air seperti Ponjong, Karangmojo serta sebagian Playen dan Semanu.

Dampak dari adanya kondisi tersebut, petani tidak boleh memaksakan diri untuk menanam padi. Pasalnya jika musim tanam kedua mereka tetap memaksa menanam padi, risiko terjadinya gagal panen lebih besar.

Agar hal itu tidak terjadi, Supriyadi menyarankan kepada para petani di Gunungkidul untuk menanam jagung, kacang, kedelai atau sayuran yang tidak begitu membutuhkan air. Terlebih komoditi tersebut juga bernilai ekonomi tinggi. Malah untuk jagung bisa diambil daun nya untuk pakan ternak, sedangkan buahnya bisa dikonsumsi.

“Kalau mau ditanami padi perlu pemilihan varietas yang tak terlalu membutuhkan air sehingga risikonya kecil. Jadi kebijakan pengaturan pola tanam yang tepat disesuaikan iklim terutama curah hujan sangat diperlukan di Gunungkidul. Bahkan kalau perlu, Kulonprogo dibuatkan SK Bupati,” tambahnya.

Sedangkan Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X menilai, kekeringan sudah rutin menjadi langganan setiap tahunnya khususnya di Gunungkidul. Sedangkan anggaran untuk itu pasti sudah disiapkan masing-masing daerah yang terdampak kekeringan di DIY.

“Seluruh kabupaten/kota dan provinsi pasti ada pos anggaran untuk darurat bencana, termasuk kekeringan. Begitu terjadi kekeringan ya sudah digunakan sehingga tidak mungkin jika tidak dibiayai, pasti dibiayai dan itu sudah diprogramkan,” tandas Sultan HB X.

Sementara Sekda DIY Gatot Saptadi menyampaikan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian yang kini telah turun di lapangan terkait skema yang bisa dilakukan untuk membantu petani yang gagal panen akibat kekeringan. Skema dari sisi teknis dengan mengupayakan pompa air agar kebutuhan air untuk lahan pertanian bisa mencukupi. (Ira/Ria)

BERITA REKOMENDASI