Kemenristek Permudah Izin Prodi

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Sejumlah upaya Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) untuk melakukan terobosan, baik dalam program, kebijakan, maupun optimalisasi pelayanan mendapatkan respons positif. Salah satu cara untuk mengoptimalkan layanan tersebut adalah dengan mempermudah dan mengefektifkan proses pembukaan program studi (prodi). Karena proses perizinan pembukaan Prodi akan selesai dalam 15 hari kerja.

"Memang ada instruksi dari Kemenristek Dikti terkait dengan kemudahan perizinan, jadi secara prinsip kami tidak ada masalah. Karena kami selalu berupaya memberikan layanan yang terbaik bagi pengelola PT. Tentunya semua itu harus diimbangi dengan keseriusan dan sikap proaktif dari pengelola PT. Pasalnya selama ada keseriusan, sebenarnya proses pengurusan izin pembukaan Prodi tidak sulit," terang Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2Dikti) Wilayah V Dr Bambang Supriyadi CES DEA.

Saat dimintai komentar soal masih ada sejumlah kendala, seperti lamanya validasi untuk izin pendirian perguruan tinggi atau prodi yang menyebabkan terhambatnya penerbitan surat keputusan (SK). Bambang mengungkapkan, meski masih ada PT yang mengalami kendala, tapi secara prinsip bisa diatasi jadi tidak sampai menimbulkan persoalan serius. Adanya model pendampingan yang dilakukan oleh L2Dikti terhadap pengelola PT secara tidak langsung bisa menjadi solusi efektif untuk mengatasi kendala yang dihadapi.

Terpisah Direktur Akademi Maritim Yogyakarta (AMY) Dr Wegig Pratama menyatakan, adanya kemudahan pembukaan Prodi bisa menjadi peluang sekaligus tantangan bagi PT. Karena dengan cara itu PT jadi semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas diri. Apalagi sebagai PTS vokasi seperti ditempatnya yang membutuhkan perhatian ekstra. Karena mengelola vokasi itu tidak bisa serta merta sekadar mendapatkan izin. Karena dalam mengelola vokasi pembelajaran atau kurikulumnya harus selalu diupdate.

Karena vokasi berkaitan dengan teknologi yang perubahannya bisa dilakukan setiap saat. Sehingga perubahan kurikulum juga perlu menyesuaikan, termasuk soal inovasi agar proses pembelajaran sesuai dengan zamannya. Karena sekolah vokasi dituntut menyiapkan tenaga kerja yang kompeten sesuai dengan kebutuhan zaman.

Sementara Wakil Rektor I Universitas Janabadra Yogyakarta Dr Eng Mohammad Samsiro mengaku menyambut baik, soal sangat memudahkan akreditasi dan izin pendirian prodi termasuk vokasi di PT akan sangat mendorong perkembangan dan kemajuan pendidikan vokasi di Indonesia. Apalagi di era industri 4.0 ini dimana sangat membutuhkan sekali lulusan dari pendidikan vokasi dengan skill yang mumpuni, yang akan mengisi perusahaan dan industri di era disrupsi dan otomatisasi ini. Hanya yang perlu diperhatikan adalah perlu adanya sinkronisasi kebijakan dari sisi industrinya juga, sehingga lulusan PTS vokasi bisa terserap di dunia industri. (Ria/War)

BERITA REKOMENDASI