Kementan Targetkan 2,5 juta Petani Millenial

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Melahirkan 2,5 juta petani millenial menjadi program aksi Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementrian Pertanian. Hal ini disampaikan Kepala BPPSDMP, Prof Dr Dedi Nursyamsi pada jajarannya di kampus Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (PolbangtanYoMa) dikampus Jalan Kusumanegara Yogyakarta, Kamis (04/06/2021).

Dikatakan Kementan memiliki tugas untuk ketersediaan pangan bagi 273 penduduk , meningkatkan kesejahteraan petani dan menggenjot ekapor. “Jadi harus ada peningkatan produktifitas dan kuncinya ada di SDM pertanian, karena memiliki peran sangat strategis,” jelasnya.

Ada 3 pilar yang harus kuat dan kokoh yaitu penyuluhan, pendidikan dan pelatihan. Jika salah satu roboh bisa kacau. jadi harus tetap kuat meski diterpa Covid-19.

Untuk membangun petani milenial bisa melalui pendidikan vokasi. Dilingkungan Kementan ada 7 politeknik dan seratus SMKPP. Selain itu ada beberapa universitas yang memiliki FakultasPertanian menjalin MOU dengan Kementan.

“Para lulusannya harus menjadi tenaga kerja yang siap ditempatkan dimana saja , atau bisa menciptakan lapangan kerja. Petani milenial yang kita cetak menjadi jawara di wilayahnya mengajak keluarga, sahabat dan lingkungannya,” kata Prof Dedi.

Tahun ini,Kementan juga menargetkan sejuta tenaga pelatih melalui online maupun offline untuk menjadi petani yang punya daya saing dan menjadi wirausaha.

Kementrian melalui BPPSDMP kembali menyelenggarakan Millenial Indonesia Agropreneur (MIA) Expo 2021 pada 12 -13 Juni. Tahun ini MIA Expo akn dilaksanakan di Ambarukmo Plaza Yogyakarta dengan tema ‘Millenial Agropreneur, Penghela Agroeduwisata dan Ekonomi Kreatif’.

Expo bertujuan untuk memperkenalkan produk para wirausahawan muda pertanian, khususnya Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP), serta memberikan motivasi untuk millenial lainnya. (*)

BERITA REKOMENDASI