Kementerian Investasi dan DPPM DIY Kenalkan Sistem OSS RBA

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRjogja.com – Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI bersama Dinas Perizinan dan Penanaman Modal (DPPM) DIY tengah gencar melakukan sosialisasi sistem perizinan berusaha berbasis resiko atau Online Single Submission Risk Based Approach (OSS RBA) yang baru luncurkan pada 9 Agustus 2021 lalu. Selain langkah strategis sosialisasi, Pemerintah Pusat dan Pemda DIY membuka layanan konsultasi dan pendampingan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan non UMKM jika mengalami kesulitan dalam OSS RBA tersebut.

Kepala DPPM DIY Agus Priono mengatakan sistem OSS RBA ini memang masih menjadi perbincangan hangat khususnya di kalangan pelaku usaha. Sistem, konten serta proses perizinan di dalam OSS RBA yang mayoritas merupakan terobosan baru ini memang diperuntukkan guna meningkatkan kemudahan berusaha bagi pelaku usaha. Namun, masih banyak pelaku usaha, baik usaha kecil maupun besar yang ternyata belum paham maupun mampu mengakses sistem ini secara mandiri sampai saat ini.

” Kunci keberhasilan implementasi sistem OSS RBA adalah gencarnya sosialisasi kepada seluruh lapisan masyarakat, terutama pelaku usaha. Selain itu dukungan infrastruktur serta kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi faktor penentu suksesnya implementasi sistem OSS RBA,” katanya di Yogyakarta, Jumat (8/10).
Agus mengungkapkan sistem OSS RBA sendiri masih terus berproses untuk dikembangkan hingga saat ini. Pada tahap awal ini untuk mengantisipasi banyaknya kendala dan permasalahan, maka Kementerian Investasi/BKPM RI serta DPPM DIY membuka layanan konsultasi dan pendampingan bagi pelaku UMKM dan non UMKM. Layanan konsultasi dan pendampingan ini untuk membantu pelaku usaha yang mengalami kesulitan dalam menggunakan OSS RBA.

“Kami memastikan agar implementasinya berjalan sesuai harapan merupakan faktor kunci kemajuan ekonomi ke depan. Kemudahan-kemudahan yang ditawarkan bagi pengusaha dan UMKM melalui sistem ini diharapkan dapat ditangkap oleh pelaku usaha,” ujar Direktur Pelayanan Perizinan Berusaha Kementerian Investasi/BKPM RI Ariesta Riendrias Puspasari.

Ariesta menekankan OSS RBA ini dirasa sangat diperlukan terutama bagi pelaku usaha sehingga harus gencar disosialisasikan. Sebab OSS RBA merupakan sistem yang digadang dapat menjadi sistem tunggal perizinan berusaha yang akan menjadi pintu gerbang transformasi ekonomi Indonesia melalui peningkatan kemudahan berusaha. Sosialisasi OSS RBA ini merupakan bentuk sosialisasi Pemerintah terkait dengan pelaksanaan aplikasi OSS RBA bagi pengguna serta menjadi sarana komunikasi dua arah pemerintah dengan masyarakat.

“Diharapkan melalui acara ini didapatkan kritik, saran maupun masukan masyarakat terkait dengan aplikasi OSS RBA yang memang masih terus berproses untuk pengembangannya. Dengan sistem OSS RBA ini pulua dapat semakin diketahui, dipahami dan diimplementasikan para pelaku usaha di DIY,” pungkasnya. (Ira)

BERITA REKOMENDASI