Kenaikan Harga Bawang Butuh Perhatian Serius

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Kenaikan harga bawang merah dan bawang putih yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir, membutuhkan perhatian serius dari stakeholders terkait. Terbatasnya stok yang tidak sebanding dengan permintaan mengakibatkan harga bawang merah dan bawang putih mengalami kenaikan.

“Sebenarnya kebutuhan bawang merah maupun bawang putih di masyarakat bisa diperhitungkan jumlahnya. Dengan adanya penghitungan tersebut diharapkan bisa digunakan untuk mengatur pola budidayanya. Sehingga kebutuhan selalu tercukupi dengan hasil panen dalam negeri dan kita tidak perlu impor,” kata Dosen Teknologi Pertanian Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta, Dr Ambar Rukmini di Yogyakarta.

Menurut Ambar, mahalnya harga bawang merah dan bawang putih di pasaran bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya saat musim hujan seperti sekarang, budidaya bawang merah maupun putih lebih sulit, karena bakteri dan jamur cukup tinggi.

Akibatnya banyak tanaman bawang merah maupun bawang putih yang busuk. Kondisi itu menjadikan produksi menjadi turun, akibatnya harga di pasaran akan menjadi tinggi.

“Untuk mencegah busuknya tanaman akibat curah hujan yang tinggi, mestinya bisa disiasati dengan memasang penutup tanaman. Jadi lahan tempat tanaman itu tumbuh diberi atap, bisa permanen (fiber glass atau kaca), bisa pula non permanen (plastik). Kemudian di antara lahan tersebut juga dibuat tanggul agar air tidak menggenangi tanaman,” terang Ambar.

Lebih lanjut Ambar menambahkan, pemerintah khususnya Kementerian Pertanian dan Perdagangan hendaknya dapat lebih efektif melakukan pembinaan kepada para petani. Dengan begitu, kemungkinan terjadinya gagal panen saat musim penghujan diharapkan bisa diantisipasi sejak awal. Tentunya semua itu bisa maksimal jika ada dukungan dan sikap proaktif dari pengelola PT. (Ria)

BERITA REKOMENDASI