Kendala Teknis yang UTBK Diharapkan Tidak Terulang Lagi

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Sejumlah kendala teknis yang sempat mewarnai pendaftaran Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) diharapkan tidak terulang lagi. Guna mewujudkan hal itu, sejumlah sekolah di DIY berharap agar pemerintah mempersiapkan UTBK secara cermat dan matang. Sehingga adanya kendala teknis yang bisa menimbulkan keresahan anak selaku pendaftar bisa diantisipasi sejak awal.

"Kemarin sempat ada siswa kami yang mengeluh mengalami kesulitan saat pendaftaran. Memang setelah beberapa waktu, adanya kendala teknis itu bisa diatasi oleh pusat. Namun seandainya boleh berharap akan lebih baik jika adanya gangguan teknis tersebut bisa diantisipasi sejak awal," kata Kepala SMAN 10 Yogyakarta, Drs Basuki.

Basuki mengungkapkan, adanya UTBK dalam SBMPTN dinilai oleh sejumlah kalangan karena lebih efektif dan transparan. Karena dengan adanya UTBK, kemungkinan terjadinya kecurangan dalam SBMPTN bisa diminimalisir.

Untuk itu, sebagai pelaksana di lapangan Basuki berharap, ke depan kalau pemerintah ingin mengadakan pendaftaran UTBK atau kebijakan baru lainnya harus disiapkan dengan sungguh-sungguh. Sehingga saat pelaksanaan tidak mengalami kesulitan atau menimbulkan persoalan baru di lapangan.

"Prinsipnya saya tidak keberatan dengan pendaftaran UTBK dalam SBMPTN. Meski begitu saya berharap segala sesuatunya harus direncanakan secara matang, apalagi levelnya nasional," ujar Basuki.

Terpisah Kepala MAN 3 Sleman Nur Wahyudin Al Azis SPd menjelaskan, terkait dengan UTBK siswanya ada yang menemui kendala. Ketika input data NISN dan NPSNtertolak dengan alasan tidak valid. "Ada 21 siswa kami yang mengalami seperti itu," kata Azis di sela kegiatan Festival Pelajar Muslim Yogyakarta MAN 3 Sleman.

Menurutnya, untuk mengatasi hal itu pihak MAN 3 Sleman kemudian berhubungan dengan pangkalan data di Kementerian Agama RI. Pihak Kemenag segera melakukan koordinasi dengan penyelenggara UTBK.

"Jadi yang menyelesaikan Kemenag Pusat. Mudah-mudahan ke depan kasus serupa tidak terjadi lagi, karena tahun kemarin ada 96 siswa kami yang diterima lewat jalur SBMPTN," terangnya. (Ria/War)

BERITA REKOMENDASI