Kenyamanan Bandara Adisutjipto Harus Dijaga

YOGYA.KRJOGJA.com – Pemerintah bersama Manajemen PT Angkasa Pura I terus berbenah, guna mengantisipasi kepadatan penumpang di Bandara Internasional Adisutjipto yang terus mengalami peningkatan tiap tahunnya. Upaya tersebut dilakukan, agar kenyamanan pengguna jasa tidak terganggu sambil menunggu proses pembangunan bandara baru Yogyakarta di Kulonprogo selesai.

"Membangun bandara itu tidak sebentar, diperlukan waktu cukup lama. Sambil menunggu pembangunan bandara di Kulonprogo, kenyamanan penumpang di Bandara Adisutjipto ini harus tetap dijaga," kata Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Agus Santoso, saat melakukan kunjungan di Bandara Adi Sutjipto, Yogyakarta, Minggu (18/03/2018).

Agus mengakui, Bandara Adisutjipto sudah tidak bisa dikembangkan lagi, baik dari sisi udara maupun sisi darat. "Runway sudah tidak bisa diperpanjang dan terminal juga tidak bisa diperluas lagi," ujarnya.

Menurut Agus, dengan trafik penumpang yang mencapai 7,6 juta pada 2017 lalu, sebenarnya Bandara Adisutjipto sudah tidak nyaman lagi. "Kapasitas terminal Bandara Adisutjipto ini hanya bisa menampung 1,4 juta penumpang, tapi kenyataannya sudah mencapai 7,6 juta. Ini jelas sudah tidak nyaman lagi," jelasnya.

Meski demikian, lanjut Agus, Ditjen Perhubungan Udara selaku regulator sangat mendukung dan mengapresiasi setiap upaya yang dilakukan PT Angkasa Pura I (AP I) selaku operator untuk tetap meningkatkan layanannya. "Upaya ini diharapkan mampu memberikan kenyamanan kepada pengguna jasa penerbangan," katanya.

Customer Service and Hospitility Section Head PT AP I Cabang Bandara Adi Sutjipto, Rahmat T. Hidayat menambahkan, guna meningkatkan layanan dan kenyamanan bandara pihaknya telah melakukan berbagai langkah perbaikan. Diantaranya memba gun pedestrian dan koridor untuk menghubungkan Terminal A dan Terminal B.

Rahmat berharap dengan telah difungsikannya dua sarana penunjang operasional bandara tersebut, dapat membantu para penumpang dalam melakukan pergerakan dari Terminal A maupun Terminal B. "Di koridor juga sudah dilengkapi fasilitas travelator (tangga datar berjalan) dan dan 4 golf car. Fasilitas ini diharapkan dapat membuat penumpang lebih nyaman," jelasnya.

Selain itu, guna mengurangi tingkat holding pesawat saat trafik meningkat, pihaknya telah selesai membangun taksi way tambahan dan parking stand di apron. Saat ini apron Bandara Adisutjipto mampu menampung 11 pesawat narrow body dari sebelumnya 9 unit pesawat. (Imd).

BERITA REKOMENDASI