Kepala SMPN 4 Depok Terbukti Bocorkan Soal ASPD Matematika, Ini Kronologinya

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Tim Pencari Fakta (TPF) Pendidikan DIY menyampaikan kesimpulan temuan investigasi dugaan kebocoran soal ujian Asesmen Standar Pendidikan Daerah (ASPD) 2021 mata pelajaran Matematika di SMPN 4 Depok Sleman. TPF menemukan fakta bahwa kepala sekolah dan guru terbukti membocorkan soal serta melanggar pakta integritas dan kode etik pendidikan.

Ir Timotius Apriyanto, Sekretaris 2 Dewan Pendidikan DIY yang juga bagian dari TPF mengatakan berdasar temuan investigasi diketahui Kepala Sekolah SMPN 4 Depok melakukan pelanggaran pakta integritas dengan mengirimkan paket 1 soal Matematika ASPD kepada guru mata pelajaran Matematika. Hal tersebut menurut TPF menjadi awal mula kemudian tersebarnya soal kepada siswa kelas 9 SMPN 4 Depok bahkan sempat pula masuk ke dalam materi pendalaman materi lewat zoom bagi siswa.

“Bahwa pada 15-16 Maret 2021 diadakan penulisan naskah soal ASPD di Hotel Tirtakencana untuk empat mata pelajaran. Kemudian 17-19 Maret 2021 diadakan review di tempat sama bersama tim teknis naskah. Ada kemungkinan pintu masuk kebocoran berasal dari anggota tim reviewer yang tergabung dalam WA grup. Dari situ kami lakukan investigasi dan kesimpulannya terjadi pengiriman file dokumen soal matematika paket 1 dilakukan kepala sekolah pada guru matematika SMPN 4 Depok. Kepala sekolah ini kebetulan salah satu reviewer,” ungkapnya dalam temu pers, Selasa (13/4/2021).

Dari file dokumen yang tak seharusnya disebarkan itu, guru pelajaran Matematika lantas memberikan soal-soal dalam paket 1 tersebut pada para siswa melalui pendalaman materi pada tanggal 29 Maret 2021. 30 soal paket 1 Matematika di masukkan secara acak ke dalam 140 soal latihan yang dikerjakan para siswa dari kelas 9C.

“Ternyata 30 soal yang untuk ujian ASPD itu ada di bagian soal-soal latihan yang jumlahnya 140 itu. Di sini kami menemukan fakta, ternyata sama ada yang keluar dari reviewer sampai ke siswa bahkan sebelum ujian. Terjadi pelanggaran pakta integritas oleh ibu kepala sekolah dan pelanggaran kode etik oleh ibu guru matematika,” lanjut dia.

TPF menurut Apriyanto melakukan investigasi menggunakan metode digital forensik untuk mengetahui pergerakan file menelusuri baik dari komputer jinjing ataupun telpon pintar pihak-pihak terkait yang diduga membocorkan soal tersebut. TPF juga merekomendasikan untuk menonaktifkan kepala sekolah serta guru Matematika yang ditemukan melakukan pelanggaran pakta integritas dan kode etik.

“TPF merekomendasikan pada Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman untuk menonaktifkan kepala sekolah dan guru selama dua minggu karena melakukan pelanggaran. Keputusan akhirnya terkait sanksi, seluruhnya menjadi kewenangan Dinas Pendidikan Sleman,” pungkasnya.

BERITA REKOMENDASI