Kepatihan Hadap Selatan, Beban Malioboro Bisa Berkurang

YOGYA, KRJOGJA.com – Gubernur DIY Sri Sultan HB X Kamis (28/12/2017) siang memotong tumpeng dan membuka selubung papan nama tanda peresmian revitalisasi Kompleks Kepatihan menghadap ke selatan. 

Dengan peresmian tersebut, kini pintu utama kantor Gubernur DIY secara langsung bergeser dari Jalan Malioboro ke arah selatan menjadi ke Jalan Suryatmajan. 

Dalam sambutannya, Sultan mengaku sudah cukup lama menanti selesainya proyek revitalisasi Kepatihan. Hal tersebut menurut Sultan sangat penting karena selama ini tidak ada penanda spesifik yang menyiratkan Kompleks Kepatihan sebagai sebuah perkantoran. 

“Saya sudah cukup lama berharap dan akhirnya selesai juga pekerjaan ini. Secara psikologis semakin mencerminkan sebagai perkantoran dan sekaligus mengurangi beban Jalan Malioboro yang padat,” ungkap Sultan. 

Sultan sekaligus meminta pada instansi terkait di bawah Pemerintah Kota Yogyakarta untuk merekayasa Jalan Suryatmajan agar menjadi dua arah. 

"Kalau dua arah, tamu ke Kepatihan bisa mengakses langsung dari depan (Jalan Suryatmajan karena selama ini harus lewat Jalan Malioboro yang sangat padat atau malah Jalan Mataram yang notabene jalur belakang, ‘mosok tamu lewat mburi’,” sambung Sultan. 

Mulai hari ini juga, pintu barat Jalan Malioboro ditutup untuk akses kendaraan. Pintu tersebut hanya bisa diakses masyarakat pejalan kaki yang hendak menunaikan ibadah sholat di Masjid Sultoni Kompleks Kepatihan. 

Sementara, proyek revitalisasi Kompleks Kepatihan menghabiskan dana Rp 13,45 miliar yang didapatkan dari Dana Keistimewaan. Pengerjaan sendiri dilaksanakan selama tujuh bulan sejak Mei 2017 lalu. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI