Keputusan Kapolri Nomor 8/2011, DC Tarik Paksa Motor di Jalan Termasuk Perampasan

YOGYA, KRJOGJA.com – Peristiwa pengeroyokan yang di lakukan oleh sekelompok orang yang mengaku sebagai Debt collector sebuah perusahaan Finance yang terjadi kemaren hari rabu (4/3/2020 ) dengan korban seorang driver ojek online di sleman berinisial LA (29) berbuntut ricuh.

Massa driver Ojek online menggeruduk kantor Debt collector (DC) yang berada di jalan wahid Hasyim, Depok, Sleman. Kejadian bermula Luthfi melihat dua DC berboncengan motor menghampiri rekannya dan memaksa menyerahkan motornya, Selasa (3/3) sekitar pukul 18.00. Melihat perbuatan semena-mena kedua DC terhadap temannya itu, korban berhenti untuk menanyakan apa yang terjadi.

BACA JUGA :

Motor Ditarik Paksa, Ojol Dikeroyok ’DC’

Debt Collector Gadungan Rampas Motor

“Rekan saya menjawab, motornya mau ditarik. Kemudian saya bilang, jika mau menarik harus ada surat penarikan,” jelas korban dikonfirmasi wartawan.

Mendengar perkataan korban, kedua DC itu lantas menghubungi rekan-rekannya agar datang. Korban sempat menyuruh temannya agar pergi, namun rekannya itu memilih berada di lokasi kejadian di
Jalan Wakhid Hasyim, Condongcatur Depok Sleman. Di tempat itulah, korban dikeroyok sekitar 10 orang DC.

Menurut advokat Hamza Akhlis Mukhidin,SSn,SH,MH sebagai managing partner kantor hukum akhlis mukhidin & Partners menilai tindakan sekelompok orang yang mengaku sebagai Debt collector tergolong tindakan main hakim sendiri jelas bertentangan dengan hukum.

Hamza Akhlis menerangkan sudah ada Peraturan Kapolri Nomor 8 tahun 2011 yang berhak menarik kendaraan yang menunggak kredit yaitu juru sita pengadilan yang didampingi kepolisian bukan preman yang berkedok Debt collector. jika itu dilakukan oleh Debt collector dengan menarik Paksa kendaraan hal itu merupakan tindakan pidana yang bersifat melawan hukum.

BERITA REKOMENDASI