Keren! Warga Ponggalan Sulap Irigasi Jadi Kolam Nila

Editor: KRjogja/Gus

RATUSAN ekor ikan nila tampak berenang lincah melawan arus pada saluran iriasi di bantaran Sungai Gajah Wong Kampung Ponggalan, Mrican, Kelurahan Giwangan, Umbulharjo Kota Yogyakarta. Di tepian saluran irigasi itu berdiri taman bermain, pendopo, gazebo dan berbagai aneka kuliner. Tapi siapa mengira ruang terbuka hijau dengan budidaya ikan di saluran irigasi itu dulunya adalah kawasan kumuh dan sering banjir.

Ya, sudah hampir sepuluh tahun ini penataan terus dilakukan di bantaran Sungai Gajah Wong di wilayah Kelurahan Giwangan. Bukan perkara mudah untuk mengubah kawasan kumuh itu menjadi bersih dan bermanfaat bagi masyarakat. Perlu menyadarkan warga untuk bersama-sama membersihkan sungai dan menata permukiman tepi sungai, hingga berbagai program penataan kawasan kumuh dari pemerintah.

“Tahun 2010 Sungai Gajah Wong itu jadi sungai terkotor. Kondisi bendung dan irigasi di bantaran Kali Gajah Wong ini kering dan jadi tempat pembuangan sampah medis dan ternak babi. Sebagian juga dipakai prostitusi predikat lokalisasi,” kata Ketua Forum Silaturahmi Daerah Aliran Sungai Gajah Wong, Purbudi Wahyuni, usai panen nila dan peluncuran Kampung Tangguh Nusantara, di Bendung Lepen Giwangan, Kamis (9/7) seperti dikutip dari harianmerapi.com.

Pihaknya bersama para penggiat sungai lalu membentuk forum dan mendorong Pemkot Yogyakarta untuk melakukan penataan kawasan bantaran sungai di tahun 2012. Termasuk melibatkan semua pihak terkait untuk menata kawasan bantaran sungai itu. Program Kota Tanpa Kumuh dari pemerintah pusat lalu masuk di wilayah itu seperti membangun jalan inspeksi, talut, menata permukiman warga yang rumahnya bersedia mundur dan dipangkas untuk pembangunan jalan. Saluran irigasi lalu dimanfaatkan untuk kolam budidaya ikan hingga pengembangan wisata perahui di Sungai Gajah Wong.

BERITA REKOMENDASI