Kereta Yogya Borobudur, Masih Butuh Pembahasan

YOGYA (KRjogja.com) – Rencana Kementrian Perhubungan membuka jalur kereta api Yogyakarta-Magelang tampaknya menemui jalan yang tidak mudah, pasalnya hampir sebagian besar jalur lama telah ditumbuhi pemukiman penduduk. Namun demikian, tampaknya PT KAI mengaku tetap siap menjalankan rencana yang sebelumnya dikeluarkan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. 

Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro kepada wartawan Jumat (18/11/2016) mengatakan bersama Kementrian Perhubungan tengah membahas apakah tetap akan menggunakan jalur lama atau memilih membuka jalur baru. Wacana tersebut didapat setelah sebelumnya dilihat jalur lama sudah berubah menjadi pemukiman padat penduduk. 

"Menhub berharap jalur ini bisa menghubungkan Yogyakarta dan Borobudur untuk mendukung pariwisata. Saat ini kami masih mengkaji apakah akan menggunakan jalur lama atau jalur baru, tapi prinsipnya KAI siap," ungkapnya. 

Pemerintah sendiri mewacanakan untuk menghidupkan kembali jalur Yogyakarta Magelang mulai 2018 mendatang. Proyek tersebut ditarget selesai pada 2019 beriringan dengan target rampungnya New Yogyakarta International Airport. 

Hingga saat ini ada beberapa pilihan jalur yakni membuka kembali jalur lawas yang membelah Kota Yogyakarta, melalui Stasiun Tempel dan melalui Stasiun Sentolo. Namun tampaknya pertimbangan pembiayaan dan dampak sosial harus dikedepankan mengingat saat ini jalur lama sudah berubah fungsi menjadi pemukiman dan jalan raya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI