Keringanan Retribusi Pasar Diberikan Hingga Akhir Bulan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Keringanan retribusi bagi pedagang pasar tradisional sedianya berakhir Juli 2020. Akan tetapi kebijakan yang sudah diberlakukan sejak April itu hingga kini masih diberikan sampai akhir bulan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogya Yunianto Dwisutono, mengaku perpanjangan keringanan retribusi pasar tersebut untuk meringankan beban pedagang. “Masih ada beberapa aktivitas perdagangan yang belum pulih. Makanya keringanan masih kita berikan sampai akhir bulan. Tetapi nilainya disesuaikan,” jelasnya.

Sejak April hingga Juli 2020, keringanan retribusi pasar diberikan berkisar antara 25 persen, 50 persen dan 75 persen. Sedangkan pada bulan ini, pengurangan tarifnya hanya berkisar 25 persen dan 50 persen.

Bagi pedagang yang sebelumnya mendapatkan keringanan tarif retribusi 75 persen, kini hanya memperoleh 50 persen. Begitu pula yang sebelumnya 50 persen, menjadi 25 persen. Sedangkan yang sempat memperoleh keringanan 25 persen, mulai bulan ini sudah harus membayar tarif retribusi secara penuh.

“Penyesuaian keringanan ini karena beberapa pasar tradisional kini berangsur pulih. Terutama pasar yang menjajakan kebutuhan harian seperti bahan makanan, bumbu dapur dan lainnya. Jumlah pedagang yang sebelumnya mendapat keringanan 25 persen cukup banyak, mencapai 60 persen dari total pedagang,” papar Yunianto.

Oleh karena itu, keringanan retribusi saat ini lebih ditujukan bagi pedagang di pasar khusus. Seperti pedagang kerajinan dan fesyen di Pasar Beringharjo Barat maupun Pasar Klithikan. Tetapi bagi pedagang yang menunggak pembayaran, meski sudah diberikan keringanan, tetap diberlakukan denda sebesar dua persen dari ketetapan.

Sebelumnya, pada kondisi normal pendapatan retribusi pasar tiap bulan mencapai sekitar Rp 1,2 miliar. Sedangkan dalam satu tahun Rp 15,4 miliar. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI