Kesadaran Pengusaha Bayar Pajak Masih Kurang

Editor: Ivan Aditya

YOGYA , KRJOGJA.com – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY mengakui, kesadaran perpajakan di kalangan pengusaha masih kurang. Hal ini bukan karena minimnya insentif fiskal yang dikeluarkan pemerintah, namun kurangnya edukasi dan sosialisasi perpajakan terutama bagi pengusaha pemula mengenai proses pengisian formulir yang alhasil menimbulkan keengganan wajip pajak (WP).

Wakil Ketua Kadin DIY Gonang Djulistono mengatakan, insentif pajak itu ada yang diberikan kepada individu dan usaha. Pemerintah memang menggulirkan insentif pajak tersebut guna mempermudah usaha.

”Sebenarnya kemauan dari pelaku usaha mengenai perpajakan, bahasanya ditujukan bagi pengusaha pemula. Sebab bagi pengusaha pemula begitu mengajukan izin sudah dimintai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan sebagainya, sehingga usaha itu belum berjalan sudah harus ada laporan,” ujar Gonang.

Menurutnya, terkadang pengusaha pemula belum banyak yang memahami kebijakan laporan perpajakan tersebut. Untuk itu, instansi atau lembaga yang terkait perpajakan tersebut justru diminta lebih meningkatkan edukasi dan sosialisasi kepada pengusaha pemula.

”Jadi harapannya yang utama memang edukasi dan sosialisasi mengenai tata cara pelaporan perpajakan baik via manual maupun online bagi pengusaha pemula. Kita cukup kesulitan mengisi formulir-formulir tersebut karena cukup banyak dan membingungkan, sehingga seharusnya lebih gencar sosialisasi cara pengisiannya kepada pengusaha pemula, ” papar Gonang.

Dikatakan pula, pengusaha memang membutuhkan insentif fiskal untuk kemudahan berusaha. Namun intinya tetap ada sosialisasi dan edukasi terlebih dahulu mengenai tata cara pelaporan perpajakan agar tidak menjadi bumerang. Selain itu, kesadaran pengusaha akan kewajiban perpajakannya inilah yang memang masih minim.

”Pengusaha harus ditumbuhkan kesadaran perpajakannya, tanpa harus dikejar-kejar. Jika pengusaha sudah memiliki kesadaran seperti itu, artinya ada sesuatu yang menarik dalam perpajakan tersebut. Sehingga pemerintah tidak perlu serta merta mengeluarkan insentif fiskal ini itu,” tandas mantan Ketua Kadin DIY ini.

Gonang menambahkan, sesuatu yang menarik tersebut semisal kemudahan pengisian formulir perpajakan. Tetapi yang utama adalah menggiring kesadaran pengusaha terlebih dahulu akan perpajakan karena dengan tingkat kesadaran yang tinggi otomatis pengusaha akan dengan sendirinya melakukan seluruh kewajiban perpajakannya. (Ira)

BERITA REKOMENDASI