Kesetaraan Gender di Tempat Kerja Tak Bisa Hanya Komitmen

Editor: Agus Sigit

Sementara, PT HM Sampoerna menyatakan bahwa kesinambungan adalah topik bisnis, sehingga perlu adanya dorongan dari seluruh level karyawan untuk mencapai kesetaraan gender di tempat kerja. Ripy Mangkoesoebroto, Direktur People & Culture mengatakan bahwa pada akhir 2022, level pemimpin harus mencapai 40 persen.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati menyampaikan bawasanya perempuan adalah kelompok yang rentan terhadap konstruksi sosial yang sangat kental dalam budaya patriarki yang dapat menyebabkan stigmatisasi, stereotype, beban ganda dan kekerasan berbasis gender. Padahal, kata Bintang, perempuan adalah setengah kekuatan sumber daya manusia di Indonesia.

“Dari jumlah tersebut, 70 persen berada di usia produktif. Tingkat partisipasi angkatan kerja atau TPAK perempuan juga masih jauh tertinggal dibandingkan laki-laki yaitu 53 persen banding 82 persen. Selain itu masih ada kesenjangan upah antara pekerja perempuan dan laki-laki,” jelasnya.

Bintang menambahkan, peningkatkan TPAK perempuan di tempat kerja bisa berkontribusi kepada Produk Domestik Bruto. Apabila TPAK naik 3 persen maka pada 2025 Produk Domestik Bruto Indonesia bisa bertambah hingga 135 miliar dolar Amerika. (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI