Kesulitan, DLH Kota Yogya Terjunkan Sepuluh Petugas

YOGYA, KRJOGJA.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogya terpaksa harus menerjunkan sepuluh petugas penyapuan untuk membersihkan sampah petasan di Alun-alun Utara. Sampah berupa kertas yang hancur akibat pembakaran petasan tersebut sangat menyulitkan petugas untuk dibersihkan karena menyangkut di ilalang.

Sampah itu sebenarnya sudah sepekan mengotori halaman depan Kraton Ngayogyakarta. Hal ini lantaran pembakaran petasan
oleh oknum tak bertanggung jawab itu dilakukan pada saat menjelang dan setelah perayaan Hari Raya
Idul Fitri 1440 H.

"Sampah seperti ini sangat sulit bagi kami untuk membersihkan. Bekas bakaran petasan berupa kertas yang sudah berserakan kecil-kecil, halus, ringan dan terselip di ilalang. Jumlahnya juga cukup banyak, kami terjunkan sepuluh petugas,” tandas Kepala Seksi Penanganan Sampah DLH Kota Yogya, Ahmad Haryoko SE MSi, Sabtu (15/6).

Meski demikian, pihaknya bersama petugas penyapuan akan terus berusaha membersihkan sampah bekas petasan tersebut hingga tuntas. Ahmad Haryoko pun mengimbau agar tahun depan masyarakat tidak lagi membakar petasan. Selain mengotori lingkungan, juga berdampak pada polusi udara dan polusi suara. Apalagi tindakan itu dilakukan di Alun-alun Utara yang merupakan ruang publik dan berada di kawasan wisata.

Salah satu petugas penyapu jalan, Redjo, mengaku kecewa dengan oknum yang seenaknya mengotori lingkungan. Kekecewaan tersebut bukan lantaran dirinya harus berjibaku melakukan aksi pembersihan, melainkan dampaknya pada estetika kota. ”Di sini
kan juga banyak wisatawan asing dan wisatawan luar daerah yang tentunya mengharapkan kenyamanan. Jika di daerah wisata tidak bersih, pasti ada rasa kurang nyaman. Mari kebersihan ini dijaga bersama,” harapnya. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI