Ketika Bumi Yogya Berguncang..

SEJUMLAH pelajar tengah asyik bermain di tengah lapang. Di sekeliling mereka, terlihat sejumlah pedagang es krim keliling dan makanan. Suasana begitu riuh oleh suara canda mereka yang memang terlihat sedang menikmati suasana. Masyarakat yang memang melakukan aktivitas lain terlihat sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing.

Namun suasana berubah menjadi kepanikan. Saat gempa berkekuatan 7,1 SR mengguncang bumi Yogyakarta, sekitar pukul 10.30 WIB. Mereka lalu mencerit karena takut dan panik. Apalagi gedung di dekat lapangan tempat bermain tadi ikutan runtuh. Beberapa kendaraan yang sedang terparkir juga terkena reruntuhan.

Gempa yang berlangsung sekitar 57 detik tersebut, membuat lebih dari 600 bangunan hancur. Dampaknya 5.000 jiwa menjadi korban. Baik luka berat, sedang maupun ringan. Bencana tersebut dengan cepat tersiar ke sejumlah petugas. Tidak berselang lama, ratusan tim dari Badan SAR Nasional (Basarnas) tiba. Dengan gerakan cepat, mereka lalu membantu proses evakuasi.

Pencarian korban terus dilakukan. Bahkan sampai melibatkan anjing. Mengingat ada beberapa yang terlapor terjebak di reruntuhan gedung. Petugas tidak hanya dilakukan dari jalur darat. Namun juga lewat udara. Sebuah helicopter tipe AW 139 datang dan menurunkan empat tim evakuasi. Disusul helicopter Daupin n 365 yang mendarat langsung tak jauh dari lokasi gempa. Kedua helicopter ini tiba untuk membantu evakuasi korban yang membutuhkan penanganan cepat.

Hal tersebut muncul dalam simulasi penanganan bencana gempa bumi yang dilakukan oleh Basarnas. Berlangsung di Lapangan Jombor, Selasa (26/7/2016). Kegiatan diikuti ratusan personil Basarnas dengan melibatkan masyarakat sekitar.

Selain dua helicopter yang menjadi pusat perhatian masyarakat, simulasi juga melibatkan kendaraan Amphibi jenis ATV roda delapan, tenda penyelematan dan berbagai penyelamatan lain. Simulasinya sendiri berlangsung dibawah guyuran hujan cukup deras dengan durasi sekitar 45 menit.

Kepala Basarnas Marsekal Madya FHB F Hendry Bambang Soelistiyo menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari Insarag Asia Pasific Regional Earthquake Response Exercise (Insarag) 2016. Agenda latihan SAR berkelas internasional ini dihadiri perwakilan tim dari 24 negara di Asia Pasific yang menjadi anggota Insarag.

"Ini sebagai bentuk kesiapsiagaan kami guna mendapatkan klasifikasi untuk kelas yang lebih tinggi. Untuk itu melalui simulasi ini kita tunjukkan kepada Asia Pasific, bahwa kami memiliki tim maupun peralatan yang memadai. Harapannya kedepan kami dapat membantu operasi penyelamatan saat ada bencana," katanya. (Atiek Widyastuti H)
 

 

BERITA REKOMENDASI