Ketua PDM Kota Yogyakarta Lantik Kepala SMP dan MTs Muhammadiyah

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRJOGJA.com – Ada anggapan, semakin besar sekolah semakin kecil masalah. Kenyataan sebaliknya, semakin besar sekolah, justru semakin kompleks masalahnya. Maka menempatkan kepala sekolah yang baru pasti banyak pertimbangan.

Kepala sekolah itu sejatinya guru, manajer dan leader/pemimpin. Harus diakui, mempersiapkan kader sebagai bentuk regenerasi tidak mudah.

Demikian diungkapkan Drs H Akhid Widi Rahmanto, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta dalam pelantikan kepala sekolah di Aula PDM Kota Yogyakarta, Jalan Sultan Agung 14, Sabtu (30/04/2022). Tiga kepala sekolah yang dilantik Susamta SPd MPd (Kepala SMP Muhammadiyah 3 Yogyakarta), Suwahono SPd (Kepala SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta) dan Badrudin ARK SAg MSI (Kepala MTs Muhammadiyah Karangkajen Yogyakarta).

Saat pelantikan dan pendatangan berita acara serah terima hadir sebagai saksi Sigit Haryo Yudanto SPsi (Wakil Ketua PDM Kota Yogya), Murtinah SPd MA (Pengawas Pendidik Madrasah Kemenag Kota Yogya), Budi Santosa Asrori SE MSi (Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Kota Yogyakarta).

Selain dari PDM Kota Yogya, hadir Pengurus Harian Majelis Dikdasmen PDM Kota Yogya, Badan Kerjasama Sekolah (BKS) SMP Muhammadiyah Kota Yogyakarta.
Menurut Akhid Widi Rahmanto, menyiapkan kader agar regenerasi berjalan dengan baik.

“Pelantikan kepala sekolah baru kebutuhan dan amanat persyarikatan Muhammadiyah. Maka keputusan ini perlu diamankan, artinya dilaksanakan sebaik-baiknya,” katanya.

Diingatkan, bagi kepala sekolah yang baru tugasnya semakin berat dan kompleks. Meskipun demikian, kepala sekolah jangan sedikit-sedikit mengeluh.

“Kepala sekolah jangan sedikit-sedikit sambat dengan PDM,” ujarnya mengingatkan.

Sedangkan Budi Asrori MSi dalam sambutan antara lain mengatakan, pendidikan satu negara dengan negara lain masih terjadi kesenjangan, Indonesia dengan Malaysia dan Filipina.

“Satu kota dan daerah di Indonesia juga terjadi kesenjangan kualitas pendidikan. Meski demikian, khususnya Yogya harus menjaga kualitas pendidikan. Yogya masih jadi barometer pendidikan di Indonesia,” ujarnya.

Budi Asrori mengingatkan, kepala sekolah yang baru menjaga komitmen soal kualitas pendidikan harus menjadi prioritas program kerja.

Sementara itu, Badrudin MSI mewakili kepala sekolah yang baru dalam sambutan singkat mengatakan, bagi kepala sekolah yang baru meminta dukungan berupa nasihat, doa, masukan dan kritik konstruktif. (Jay)

BERITA REKOMENDASI