Keuskupan Agung Semarang Adakan Pelatihan Tim Respons Bencana

SEMARANG, KRJOGJA.com – Gereja Keuskupan Agung Semarang memiliki lembaga sosial kemanusiaan yang diberi mandat untuk mengkoordinir aksi sosial kemansiaan terutama saat terjadi bencana alam, yakni Yayasan KARINA KAS (Karitas Indonesia Keuskupan Agung Semarang). Beberapa respon bencana telah dilaksanakan oleh KARINA KAS termasuk respon bencana pandemi Covid-19 ini.

Mengingat banyaknya potensi bencana dan banyak paroki yang belum memiliki TRB, maka KARINA KAS terdorong untuk mendampingi para relawan atau TRB paroki-paroki, agar mereka memiliki pemahaman dan ketrampilan terkait respon bencana.
Maka dari itu, KARINA KAS melaksanakan Pelatihan Tim Respon Bencana (TRB) Paroki-paroki secara gratis. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Jumat, 16 Oktober 2020 sd Minggu, 18 Oktober 2020, pukul 09.00 – 17.00 WIB, bertempat di Kantor KARINA KAS yakni di Gedung Belarasa, Lt. 1, Jl. Panuluh 377 A, Pringwulung, Condong Catur, Depok, Sleman, DIY.

Pada kegiatan tersebut para relawan (TRB) mendapat Pelatihan Standar SPHERE (Standar Internasional dalam Respon Kemanusiaan). Selain itu, para mereka juga dapat saling berjumpa secara langsung satu sama lain. Para relawan paroki yang ikut berjumlah 28 orang terdiri dari perwakilan TRB paroki-paroki dari 4 kevikepan di Keuskupan Agung Semarang yakni Kevikepan Semarang, Kevikepan Kedu, Kevikepan Surakarta dan Kevikepan Yogyakarta. Kegiatan juga diikuti oleh para staff KARINA KAS dan Relawan KARINA KAS dan difasilitasi oleh KARINA KWI.

Masa pandemi Covid-19 ini mengharuskan adanya pembatasan peserta dan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Peserta dipastikan sehat dan tidak menderita sakit apapun. Harapan dari diadakannya kegiatan ini adalah agar peserta saling berjumpa kembali satu sama lain dan mendapatkan peningkatan kapasitas ilmu kebencanaan khususnya terkait standar SPHERE.

Semoga dengan kegiatan ini para relawan juga semakin mengenal dan mencintai panggilan menjadi relawan yakni membantu meringankan beban penderitaan warga yang terdampak bencana alam dan menghadirkan keterlibatan Gereja Katolik dalam suka duka masyarakat sekitarnya. (Tom)

BERITA REKOMENDASI