Kinerja Ekonomi DIY Semester I 2021 Lebih Kondusif

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Perekonomian DIY selama semester I 2021 terhadap semester I 2020 tumbuh mencapai sebesar 8,70 persen (ctc). Hal ini mencerminkan secara ekonomi semester I 2021 lebih kondusif dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yang mengalami kontraksi sebesar 3,59 persen.

Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Mainil Asni menyampaikan kinerja perekonomian DIY semester I 2021 tumbuh 8,70 persen dan membaik jika dibandingkan dengan semester yang sama di 2020. Tiga kategori tumbuh lebih dari 20 persen yaitu kategori jasa lainnya tumbuh paling tinggi 32,76 persen, informasi dan komunikasi (infokom) 24,63 persen serta penyediaan akomodasi dan makan minum 21,33 persen.

“Selain ketiga kategori di atas, kategori konstruksi dan jasa perusahaan masing-masing tumbuh 16,27 persen dan 14,29 persen. Sementara itu, penyediaan makan minum tumbuh lebih cepat dibandingkan penyediaan akomodasi,” ujarnya di Yogyakarta, Selasa (31/08/2021).

Mainil menjelaskan jika sebagian besar kategori mengalami kontraksi di semester yang sama di tahun sebelumnya, di semester ini hampir semua kategori tumbuh positif. Hanya tiga kategori saja yang terkontraksi, yaitu pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 2,55 persen, pertambangan dan penggalian 0,97 persen serta administrasi pemerintah.

“Kebijakan pengetatan dan pembatasan yang dimulai pada awal Januari hingga akhir semester mengkondisikan masyarakat memaksimalkan kegiatan dilakukan dari rumah. Hal ini menyebabkan penggunaan teknologi informasi dan telekomunikasi meningkat, baik untuk berkomunikasi, sekolah, bekerja, berbelanja, rekreasi dan lain-lain,” paparnya.

Pertumbuhan tertinggi selama semester I 2021 dicapai komponen ekspor luar negeri sebesar 19,11 persen diikuti komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB) 12,29 persen. Komponen lainya, yaitu pengeluaran konsumsi lembaga non profit yang melayani rumah tangga, pengeluaran konsumsi rumah tangga dan pengeluaran konsumsi pemerintah tumbuh masing-masing sebesar 3,40 persen, 1,86 persen dan 0,70 persen. Sementara itu, komponen impor luar negeri masih mengalami kontraksi sebesar 0,11 persen.

“Geliat ekonomi DIY dapat dilihat keterbandingannya baik di lingkup Pulau Jawa maupun terhadap 34 provinsi di Indonesia. Kontribusi PDRB DIY baik terhadap pulau Jawa maupun terhadap jumlah 34 provinsi posisinya relatif kecil sebesar 1,51 persen,” imbuh Mainil. (Ira)

BERITA REKOMENDASI