Kinerja Perbankan DIY Semakin Membaik

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Kinerja perbankan di DIY dalam kondisi membaik dan mengalami peningkatan selama Januari 2021 dibanding Desember 2020 meskipun masih di tengah masa pandemi Covid-19. Loan to Deposit Ratio (LDR) mencapai 61,52 persen relatif stabil mengalami penurunan apabila dibandingkan Desember 2020 lalu. Rasio Non Performing Loan (NPL) cenderung meningkat yang menunjukkan adanya penurunan kualitas kredit yakni 2,64 persen pada Desember 2020 ke 2,80 persen pada Januari 2021.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY Jimmy Parjiman mengatakan kinerja perbankan DIY yang positif tersebut terlihat dari perkembangan aset yang tumbuh 10,74 persen (yoy) menjadi Rp 89,75 triliun pada Januari 2021 lebih tinggi dibanding Desember 2020 yang tumbuh 7,33 persen. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh dua digit yaitu 10,82 persen menjadi Rp 76,35 triliun serta kredit tumbuh 3,90 persen menjadi Rp 46,59 triliun lebih tinggi dari pertumbuhan Desember 2020 sebesar 3,66 persen (yoy).

” Tingkat intermediasi yang ditunjukkan LDR relatif stabil di angka 61,03 persen selama Januari 2021 yang sedikit turun dibandingkan Desember 2020 sebesar Rp 61, 52 persen. Namun demikian kualitas kredit agak naik dari 2,64 persen di Desember 2020 menjadi 2,80 persen pada Januari 2021 dan masih dibawah threshold 5 persen,” tuturnya di Yogyakarta, Selasa (06/05/2021).

Jimmy menyampaikan penyaluran kredit atau pembiayaan bagi UMKM di DIY tumbuh lebih tinggi yaitu 5,79% pada Januari 2021 dibanding Desember 2020 sebesar 4,31 persen. Kredit UMKM di DIY ini posisi Januari menjadi Rp 20,08 triliun dengan NPL sebesar 3,56 persen membaik dibanding Desember 2020 sebesar 3,64 persen.

“Sementara itu, outstanding restrukturisasi kredit sebesar Rp 14,07 triliun dengan jumlah debitur sebanyak 202.716. Capaian tersebut terdiri dari 118.466 debitur perbankan dan 84.250 debitur perusahaan pembiayaan sampai dengan 15 Maret 2021,” tandasnya.

Menurut Jimmy, jumlah kredit restrukturisasi di DIY pada tahun ini sudah mulai menurun dibanding 2020 yang mencapai puncaknya pada November 2020 mencapai Rp 15,56 triliun. Sedangkan realisasi penempatan uang negara yang disalurkan dalam bentuk kredit Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahap I mencapai Rp 5,76 triliun dengan 95.995 rekening dan tahap II mencapai Rp 286 miliar dengan 2.349 rekening per 15 Maret 2021. (Ira)

BERITA REKOMENDASI