Kisah Sumarno, Satpam DPRD DIY Peraih Perak Gulat Porda XV

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIY XV 2019 mempertandingkan cabang gulat Selasa (15/10/2019) di Wana Bakti Yasa Amongraga Yogyakarta. Pertandingan cukup berwarna karena diwarnai banyak Walk Over (WO) akibat protes perpindahan atlet antar kabupaten/kota.

Meski begitu, ada satu hal menarik yang menyita perhatian. Salah satu atlet yakni Sumarno asal Kulon Progo menjadi atlet paling senior yang turun di kejuaraan tersebut tepatnya di kelas 130 kilogram.

Sumarno mengungkap memang bukan pilihan ia turun di Porda meski sebenarnya secara usia tak lagi muda. Adanya permasalahan Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Kulon Progo membuatnya mau tak mau harus turun bertanding meski harus melawan pegulat lain yang usianya separuh dirinya.

“Sebenarnya bukan pilihan turun bertanding, mungkin saya sudah malu harusnya karena teman-teman seangkatan saya sudah jadi pelatih atau pengurus PGSI. Tapi ya akhirnya mau tak mau karena masalah di kabupaten kemarin, turun lagi di Porda dan alhamdulillah dapat perak,” ungkapnya ketika berbincang dengan KRjogja.com usai mendapat medali perak.

Sumarno sendiri sudah menekuni olahraga gulat sejak tahun 1984 lalu. Asam garam dunia gulat pun sudah dirasakan mulai mewakili daerah ke tingkat nasional hingga tak mendapat apresiasi atas prestasi yang diraih.

“Dulu pernah Kejurnas itu sekitar tahun 1997 hanya dapat uang Rp 50 ribu. Pahit sekali jaman dulu. Tapi sepertinya sekarang sudah berubah, ada perhatian lah. Meski tetap harus lebih banyak agar atlet kita berkembang,” sambung pria yang juga bekerja sebagai petugas keamanan di Kantor DPRD DIY ini.

Keseharian Sumarno sejak 2010 lalu dihabiskan di kantor DPRD DIY sebagai petugas keamanan. Ia kini mengabdi menjaga gedung wakil rakyat DIY setelah dulu melewati pendidikan sebagai petugas keamanan.

“Beruntung saya bisa punya pekerjaan, ya sedikit banyak ada andil dari gulat juga karena dulu sempat jadi pengawal SBY juga di Partai Demokrat. Setelah ini mungkin misi saya bisa ikut melatih generasi muda gulat Kulon Progo,” ungkapnya berharap.

Di kelas 130 kilogram, Sumarno berhasil menyisihkan dua atlet asal Sleman Hari Atmaja dan Bantul, Ganang Samodra. Medali emas sendiri diraih Ibnu Pandu Sulendro asal Kabupaten Bantul yang menang di tiga babak melawan tiga lawan lainnya. (Fxh)

 

 

 

BERITA REKOMENDASI