Kisruh Asprov PSSI DIY Berlanjut

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRJOGJA.com – Konflik internal di tubuh Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI DIY masih terus terjadi hingga awal tahun 2019 ini. 13 dari 18 pemilik hak suara bahkan mengklaim telah sepakat untuk menempuh proses Kongres Luar Biasa (KLB) setelah menyampaikan mosi tak percaya pada kepengurusan yang ada. 

Teranyar, konflik internal tersebut hampir saja membuat dua cabang olahraga populer yakni sepakbola dan futsal gagal dipertandingkan dalam event Pekan Olahraga Daerah (Porda) 2019 Oktober mendatang. Hal tersebut lantaran belum adanya nomor lomba yang disampaikan ke panitia penyelenggara termasuk pedoman teknis kedua cabang tersebut oleh pengurus daerah. 

Hal tersebut menjadikan kekhawatiran tersendiri bagi pengurus Asosiasi Kota (Askot) dan Asosiasi Kabupaten (Askab) di lima kabupaten kota DIY. Perwakilannya bahkan telah menemui KONI DIY Senin (7/1/2019) untuk mencari solusi terbaik yang harus diambil. 

Desakan KLB pun kembali muncul dari 13 voters yang menamakan diri sebagai kubu G-13. Klub serta Askab-Askot yang turut dalam G-13 melalui salah satu perwakilannya, HM Irham meminta KONI DIY mendorong adanya KLB yang saat ini prosesnya tengah dilalui oleh anggota G-13 tersebut. 

“Kami sudah sepakat untuk KLB, prosesnya sedang kami jalani saat ini bersama 13 voters di G-13, tidak ada mediasi. Kami tidak benci kepengurusannya namun roda organisasi tidak berjalan dan itu jelas tidak baik,” ungkapnya ketika berbincang dengan wartawan. 

Ketua Umum Asprov PSSI DIY, Bambang Kuncoro pun akhirnya menyampaikan pernyataan ketika dihubungi wartawan Senin (7/1/2019). Ia mengaku tetap berupaya untuk memenuhi ketentuan KONI DIY agar sepakbola dan futsal tetap ditandingkan di Porda DIY termasuk berkoordinasi dengan KONI DIY terkait syarat dan ketentuan untuk tetap ditandingkannya sepakbola dan futsal di Porda mendatang.

Pun begitu terkait desakan KLB dari anggota, pria yang akrab disapa Bakun ini mengatakan, hal tersebut adalah persoalan internal di PSSI yang tetap akan coba diselesaikannya. Bakun menyatakan siap mencari pemecahan sebaik mungkin meski belum merinci langkah strategis apa yang akan dilakukan. 

“Yang pasti, kami tetap ingin sepakbola dan futsal ditandingkan di Porda besok. Dan hal itu tak ada hubungannya dengan permintaan KLB, yang jelas kami tetap akan upayakan pemecahannya sebaik mungkin,” tandasnya. (*)

 

BERITA REKOMENDASI