‘Klithih’ Main Bacok Lagi, 12 Remaja Diringkus

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Aksi kekerasan menggunakan senjata atau sering disebut klithih kembali berulah di wilayah Kota Yogya, Minggu (1/12) dini hari sekitar pukul 02.30. Dalam peristiwa itu, seorang pelajar Mohammad Angga Tripranata (18), mengalami luka bacok di  pergelangan tangan kiri. Kurang dari 24jam, 12 anak yang merupakan rombongan pelaku ber-hasil diringkus anggota Polsek Gondomanan bersama Satreskrim Polresta Yogya.

 

Kapolsek Gondomanan Kompol Purwanto didampingi Kasat Reskrim Polresta Yogya Kompol Sutikno SIK,mengungkapkan, saat itu korban yang hendak mencari makan berpapasan dengan pelaku yaitu, RK (15) dan RA (14) di Jalan Brigjen Katamso. Tanpa sebab yang jelas, korban yang tinggal diwilayah Umbulharjo itu,dikejar rombongan pelaku menggunakan sepeda motor.

”Sesampai Jalan Ireda, korban dibacok RK yang berboncengan dengan RA mengenai pergelangan  tangan kiri. Korban sempat kabur untuk menyelamatkan diri dan tetap dikejar pelaku. Namun, sampai di daerah Umbulharjo, korban terjatuh dan pelaku memilih kabur,” ungkapnya.

Atas peristiwa itu, korban dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Setelah mendapat laporan, petugas melakukan olah TKPdan pemeriksaan korban serta saksi.    Dengan mengantongi bukti-bukti yang kuat, penyidik berhasil menangkap 12 orang yang merupakan rombongan pelaku.

Barang bukti yang diamankan, pedang, cambuk, gir dan motor. "Mereka kami tangkap di rumah  temannya di  wilayah Banguntapan. Dari 12 anak yang diamankan itu, peran RK sebagai eksekutor pembacokan dan RA sebagai pembonceng. Sedangkan lainnya masih kami dalami," terangnya.

Sebanyak 12 anak yang diamankan ini masih dilakukan pemeriksaan oleh penyidik. Selain itu juga untuk dikembangkan dugaan kejahatan lainnya. "Mereka masih kita diperiksa. Setelah  pemeriksaan itu baru bisa kami tetapkan status mereka," paparnya.

Sedangkan RK mengaku, sebelumnya dirinya bersama teman-temannya nongkrong di SPBU Giwangan Yogya. Setelah keliling Kota Yogya. Sesampai di Jalan Brigjen Katamso, pelaku diejek orang tak dikenal dan langsung dikejar. Kemudian di pertigaan Jalan Ireda, dirinya belok kiri mengejar korban yang dikira mengejek rombongannya."Pembacokan ini salah sasaran, karena saya kira korban adalah orang yang mengejek tadi. Ternyata orang yang mengejek itu jalan lurus, tapi saya belok kiri mengejar korban," ucap pelajar SMP swasta di Yogya ini.

Pelaku mengaku, dirinya membacok korban menggunakan sebilah pedang. Sajam itu dibawa pelaku saat akan keliling Kota Yogya. "Sajam saya bawa untuk jaga-jaga," ujarnya.       

 

BERITA REKOMENDASI