Klub Sepatu Roda Pegasus Punya Lima Anggota Binaan di DIY

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Klub sepatu roda Pegasus yang bersekretariat di Jalan Sisingamangaraja, Brontokusuman, Yogya mempunyai 5 klub anggota binaan yang ada di DIY. Karenanya, untuk membedakan nama Pegasus di setiap Kabupaten/Kota di DIY ditambahi embel-embel di depan nama Pegasus.

Di Kota Yogya, pengurus (pendiri) klub ini memberi nama Black Pegasus. Home basenya (tempat latihan) di lapangan parkir Stadion Mandala Krida.

Selanjutnya, di Gunungkidul dengan nama White Pegasus (home base lapter Gading dan pasar Sapi). Sedangkan di Sleman, Green Pegasus (homebase di lapangan parkir Stadion Maguwoharjo), di Kulonprogo diberi nama Pegasus Yogyakarta Kulonprogo. Kemudian di Bantul diberi nama Red Pegasus.

“Khususnya di Kulonprogo, perkembangan Pegasus saat ini terkendala masalah tempat latihan,” ujar Sigit Wahono, pemilik klub Pegasus saat mengawasi para atletnya latihan di lapangan parkir Mandala Krida, belum lama ini.

Sigit Wahono mengatakan, sesuai AD/ART PB Porserosi, klub adalah anggota Pengkot/Pengkab. “Dibedakannya nama Pegasus di setiap daerah di DIY, agar atlet-atletnya bisa mengikuti kejurkab/kejurkot sesuai KK nya masing-masing. Dan bisa mengikuti Kejurda mewakili Pengkot/Pengkab masing-masing,” jelas Sigit.

Menurut Sigit, di masing-masing klub binaan terdapat ketua harian yang diangkat dan diberhentikan berdasarkan surat mandat dari pemilik (sesuai akte pendirian klub).”Untuk memonitor perkembangan klub Pegasus di setiap daerah, minimal satu sesi seminggu digelar latihan bersama untuk seluruh atlet-atlet klub binaan. Atlet-atlet unggulan dari masing-masing klub binaan beserta pelatih kepala melakukan sesi latihan berpindah-pindah di masing-masing klub-klub binaan,” tegas Sigit.

Diakui Sigit, pelatih Pegasus berbentuk tim kepelatihan dengan pelatih kepala Rudy.”Anggota tim kepelatihan saat ini adalah Nurdin dan Tito. “Jumlah anggota Pegasus akan bertambah seiring perkembangan jumlah atlet dan kebutuhan sesi latihan,” imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakan, prestasi membanggakan ditorehkan klub White Pegasus Gunungkidul. Mereka sukses menjadi juara umum dalam kejurkab antarklub Gunungkidul dengan menyabet 3 medali emas, 1 perak dan 1 perunggu.”Selama pandemi covid-19 pada tahun 2020 hanya ada 1 kejuaraan resmi Porserosi dan KONI,” ujarnya.

Disebutkan, klub Pegasus membina atlet dari anak usia 3,5 tahun hingga 21 tahun yang terbagi dalam 3 kelompok besar, yaitu pemula, standard/rekreasi dan speed. Ini sesuai kategori lomba kejurnas sepaturoda yang diamanahkan PB Porserosi melalui AD/ART.

“Untuk iuran bulanan atlet yang tergabung di Pegasus saat ini bervariasi antara Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu sesuai kategori atlet dan jumlah sesi latihan wajibnya,” pungkas Sigit. (Rar)

BERITA REKOMENDASI